JAKARTA, WartaTransparansi.com – Puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat nasional yang digelar Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, menjadi momentum penguatan gerakan koperasi nasional. Dalam kesempatan itu, Presiden RI Prabowo Subianto menyerukan kebangkitan koperasi sebagai kekuatan ekonomi rakyat yang kokoh, mandiri, dan berkeadilan.
Dalam pidatonya di hadapan ribuan pengurus dan pegiat koperasi dari seluruh Indonesia, Presiden menegaskan koperasi merupakan instrumen ekonomi yang mampu memperkuat posisi masyarakat melalui semangat kebersamaan. Ia mengibaratkan koperasi seperti sapu lidi yang menjadi kuat ketika bersatu.
“Koperasi adalah alatnya orang lemah. Tapi seperti sapu lidi, satu lidi lemah, kalau bergabung menjadi kekuatan. Gerakan koperasi Indonesia akan bangkit menjadi kekuatan ekonomi Indonesia yang tidak akan membawa uang lari dari Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.
Ketua Umum DEKOPIN Bambang Haryadi mengatakan kehadiran Presiden dalam puncak Harkopnas menjadi momentum penting bagi kebangkitan koperasi nasional. Menurutnya, pemerintah saat ini memberikan perhatian besar terhadap penguatan koperasi sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan.
Ia juga menepis anggapan bahwa koperasi merupakan model usaha yang sudah ketinggalan zaman. Bambang mencontohkan sejumlah lembaga dan organisasi besar dunia yang menerapkan sistem koperasi, seperti klub sepak bola Real Madrid, Barcelona, Bayern Munchen, hingga Rabobank di Belanda.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal DEKOPIN sekaligus Ketua Pelaksana Harkopnas ke-79, Gilang Widya, menegaskan bahwa regenerasi menjadi fokus utama pengembangan koperasi. DEKOPIN berkomitmen mendorong keterlibatan generasi muda melalui pendekatan digital dan model bisnis yang lebih modern.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kehadiran booth Koperasi Gen Z yang menampilkan berbagai inovasi bisnis berbasis teknologi karya anak muda. Menurut Gilang, langkah ini diharapkan mampu mengubah persepsi bahwa koperasi merupakan wadah kolaborasi ekonomi yang modern, adaptif, dan memiliki daya saing global.
Gilang juga mengapresiasi dukungan berbagai kementerian, lembaga, serta BUMN seperti Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, BSI, PLN, Pertamina, Pupuk Indonesia, MIND ID, dan ANTAM yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan Harkopnas ke-79.
DEKOPIN optimistis momentum Harkopnas tahun ini akan semakin memperkuat gerakan koperasi nasional, terlebih dengan rencana pengesahan Undang-Undang Perkoperasian yang baru sebagai pengganti UU Nomor 25 Tahun 1992. Regulasi tersebut diharapkan menjadi landasan hukum yang lebih kuat untuk mendorong koperasi menjadi pilar utama perekonomian nasional. (*)







