banner 400x130
Jember  

Dugaan MBG Beracun Terjadi di Jember, Bupati Gus Fawait Angkat Bicara

 

JEMBER – Dugaan Makan Bergizi Gratis (MBG) muncul di Jember Jawa Timur. Bupati Gus Fawait menyatakan sangat menyesalkan terjadinya kasus ini ditengah gencarnya pengawasan terhadap MBG di wilayahnya.

Bupati Jember Muhammad Fawaid mengintruksikan agar seluruh korban mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik secara gratis.
Peristiwa tersebut diduga terjadi setelah para penerima menyantap makanan yang diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 1 Karangsono, Desa Karangsono, Kecamatan Bangsalsari, Rabu (15/7/2026) malam.

Menindaklanjuti kejadian itu, Bupati yang akrab disapa Gus Fawait memerintahkan Satgas MBG Kabupaten Jember segera turun ke lapangan untuk melakukan investigasi. Ia juga menginstruksikan Camat Bangsalsari selaku Koordinator MBG tingkat kecamatan agar melakukan pengecekan terhadap SPPG terkait.

Selain itu, camat diminta mengamankan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab para korban mengalami gangguan kesehatan. Langkah tersebut dilakukan untuk memudahkan pemeriksaan laboratorium guna memastikan penyebab pasti kejadian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, menu MBG dibagikan kepada para siswa pada Selasa (14/7/2026). Menu tersebut terdiri atas nasi, tempe orak-arik, tumis sayur, buah anggur, dan telur puyuh.

Seorang wali murid berinisial SM yang turut menjalani perawatan di Puskesmas Sukorejo mengaku mengonsumsi makanan yang dibawa pulang oleh kedua anaknya, masing-masing siswa SD Negeri Karangsono dan TK.

“Saya mendapatkan makanan dari anak saya,” ujarnya.
Menurut SM, telur puyuh yang diterima mengeluarkan aroma tidak sedap meski telah dicuci terlebih dahulu.”Telurnya bau, padahal sudah saya cuci,” katanya.

Tak lama setelah mengonsumsi makanan tersebut, ia mengaku mengalami diare hebat.
Sementara itu, data sementara menunjukkan korban terdiri atas tujuh murid Taman Kanak-Kanak (TK), sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD), beberapa balita peserta Posyandu, serta seorang wali murid.

Para korban mengalami gejala beragam, di antaranya diare, mual, sakit perut, pusing, dan lemas setelah mengonsumsi makanan MBG. Sebagian korban menjalani perawatan di Puskesmas Sukorejo, Klinik Rowotamtu, dan Puskesmas Paleran, sementara beberapa lainnya telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dapur SPPG 1 Karangsono, yang akrab disapa Mas Bagus, belum bersedia memberikan keterangan.

“Untuk sementara saya belum bisa memberikan keterangan. Besok, Kamis (16/7/2026), kami bersama tim Satgas akan melakukan observasi terlebih dahulu,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para korban masih menunggu hasil pemeriksaan dan investigasi dari pihak berwenang.

Pemerintah Kabupaten Jember bersama Satgas MBG telah melakukan langkah penanganan untuk memastikan keamanan program MBG serta mencegah kejadian serupa terulang kembali. (*)

Penulis: Sugito