banner 400x130
Jember  

Puskesmas Jelbuk Fokus Layani 245 Balita Stunting dengan Program Jemput Bola

Kepala Puskesmas Jelbuk dan jajaran saat datangi rumah pasien Balita Stunting

JEMBER, WartaTransparansi com – Puskesmas Jelbuk terus mengoptimalkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan memfokuskan penanganan terhadap balita yang mengalami gangguan pertumbuhan (stunting). Upaya ini merupakan bagian dari program jemput bola yang dilakukan serentak oleh sejumlah kepala puskesmas di Kabupaten Jember.

Kepala Puskesmas Jelbuk, Machus Rovida, mengatakan berdasarkan hasil validasi data terbaru di lapangan, terdapat 245 balita di wilayah kerja Puskesmas Jelbuk yang masuk dalam kategori pemantauan khusus karena terindikasi mengalami stunting.

Untuk memastikan penanganan berjalan efektif dan tepat sasaran, Puskesmas Jelbuk menerapkan berbagai strategi intervensi. Petugas kesehatan, bidan desa, dan kader Posyandu diterjunkan langsung ke permukiman warga, termasuk wilayah perbukitan dan pelosok desa.

“Petugas kesehatan, bidan desa, dan kader Posyandu dikerahkan untuk menyisir kawasan permukiman warga, termasuk area perbukitan dan pelosok desa,” ujar Machus.
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memantau secara langsung kondisi sanitasi, pola asuh, serta berbagai kendala yang dihadapi setiap keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.
Selain layanan jemput bola, Puskesmas Jelbuk juga memberikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan stunting.

“Mengingat penyebab stunting sangat beragam, mulai dari faktor ekonomi hingga perilaku sulit makan pada anak, kami tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga edukasi kepada para ibu mengenai pentingnya penyajian menu bergizi seimbang dan bervariasi untuk meningkatkan nafsu makan anak,” jelasnya.

Machus menegaskan, penanganan terhadap 245 balita tersebut dilakukan secara berkelanjutan melalui pemantauan rutin yang terintegrasi dengan kegiatan Posyandu setiap bulan.

Melalui langkah ini, Puskesmas Jelbuk berharap mampu memberikan dampak nyata terhadap penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Jember sekaligus memastikan setiap anak memperoleh hak untuk tumbuh dan berkembang secara sehat.

Sebagai informasi, program pelayanan kesehatan dengan pola jemput bola oleh para kepala puskesmas ini dilaksanakan secara serentak di 10 kecamatan di Kabupaten Jember dengan melibatkan berbagai pihak terkait. (*)

Penulis: Sugito