banner 400x130

Pemprov Jatim Optimalkan Rekrutmen Siswa Sekolah Rakyat

SURABAYA, WartaTransparansi.com  – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan proses penjaringan calon siswa Sekolah Rakyat (SR) Tahun Ajaran 2026/2027 masih berlangsung. Karena itu, jumlah calon peserta didik yang akan diterima belum bersifat final karena masih melalui tahapan pendataan, verifikasi, dan penetapan di masing-masing kabupaten/kota.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan penjaringan calon siswa dilakukan oleh SDM Program Keluarga Harapan (PKH) dengan pendampingan Dinas Sosial kabupaten/kota. Upaya tersebut terus dioptimalkan untuk memenuhi kuota peserta didik, khususnya di 18 Sekolah Rakyat permanen.

“Penjaringan calon siswa SR masih terus berlangsung. Bersama SDM PKH dan Dinsos kabupaten/kota, kami terus melakukan pendampingan dan sosialisasi kepada keluarga calon siswa agar memperoleh pemahaman yang utuh mengenai konsep pendidikan berasrama,” kata Khofifah di Surabaya, Kamis (9/7/2026).

Menurutnya, pendampingan tidak hanya mencakup kelengkapan administrasi, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai sistem pembelajaran, pola pengasuhan, pembinaan karakter, hingga fasilitas yang akan diterima peserta didik selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

Untuk mendukung proses penjaringan, Kementerian Sosial RI juga menggelar kegiatan Open House Sekolah Rakyat. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada calon siswa dan orang tua untuk mengenal sistem pendidikan yang diterapkan sekaligus melihat perkembangan peserta didik Sekolah Rakyat rintisan yang telah berjalan sejak 2025.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jawa Timur Restu Novi Widiani mengatakan data calon siswa masih terus bergerak mengikuti proses penjaringan di lapangan. Pemerintah kabupaten/kota akan menetapkan daftar peserta didik setelah seluruh tahapan seleksi selesai.

Pemprov Jatim menargetkan penyelenggaraan Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 berlangsung di 28 lokasi yang terdiri atas 18 sekolah permanen dan 10 sekolah rintisan dengan total 179 rombongan belajar.

Daya tampung yang disiapkan mencapai 5.370 peserta didik, terdiri atas 1.680 siswa SD, 1.860 siswa SMP, dan 1.830 siswa SMA. Adapun 10 Sekolah Rakyat rintisan yang telah beroperasi tetap melanjutkan proses pembelajaran pada tahun ajaran baru dengan total 852 siswa.

(fir/min)