BANYUWANGI – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Lapas Banyuwangi melibatkan sejumlah warga binaan untuk berpartisipasi aktif dalam program bedah rumah bagi warga kurang mampu.
Program kemanusiaan tersebut menyasar rumah milik Musriah, warga Kelurahan Pakis, Kecamatan Banyuwangi. Lokasi tersebut dipilih karena berada di sekitar kawasan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Paswangi yang dikelola Lapas Banyuwangi. Selain memberikan dukungan material, para warga binaan juga terlibat langsung dalam proses pembangunan dengan bergotong royong sebagai tenaga pelaksana.
Kepala Lapas Banyuwangi, Solichin, turun langsung memimpin dan mengawasi jalannya kegiatan. Menurutnya, program bedah rumah ini merupakan bentuk nyata kepedulian Lapas Banyuwangi terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Program bedah rumah ini adalah wujud kepedulian kami kepada masyarakat. Kami ingin kehadiran Lapas Banyuwangi memberikan manfaat dan dampak positif yang dapat dirasakan langsung oleh lingkungan sekitar,” ujar Solichin di sela kegiatan, Kamis (11/6/2026).
Ia menjelaskan, keterlibatan warga binaan dalam kegiatan sosial tersebut juga menjadi bagian dari proses pembinaan dan reintegrasi sosial. Melalui kerja bakti dan gotong royong, warga binaan diharapkan dapat menumbuhkan rasa empati, tanggung jawab sosial, serta semangat kebersamaan sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima bantuan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk menumbuhkan kepedulian sosial dan jiwa gotong royong. Nilai-nilai positif inilah yang akan menjadi bekal penting bagi mereka di masa depan,” tambahnya.
Langkah humanis yang dilakukan Lapas Banyuwangi mendapat apresiasi dari pemerintah setempat. Lurah Pakis, Moch Farid Isnaini, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kepedulian yang diberikan.
“Kami sangat mengapresiasi keterlibatan Lapas Banyuwangi dalam program ini. Sinergi yang terjalin sangat membantu warga kami yang membutuhkan hunian yang lebih layak dan nyaman,” ungkap Farid.
Sementara itu, Musriah sebagai penerima manfaat mengaku terharu dan bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Ia tidak dapat menyembunyikan kebahagiaannya saat melihat rumahnya mulai diperbaiki secara gotong royong.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Lapas Banyuwangi dan Pemkab Banyuwangi atas bantuan ini. Semoga semua kebaikan yang diberikan mendapat balasan dan membawa berkah bagi kita semua,” tuturnya dengan haru.
Program ini menjadi bukti bahwa pembinaan di Lapas tidak hanya berorientasi pada pembentukan karakter warga binaan, tetapi juga mendorong mereka untuk berkontribusi nyata kepada masyarakat.
Melalui kegiatan sosial seperti bedah rumah, Lapas Banyuwangi terus memperkuat perannya sebagai institusi yang humanis, produktif, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar. (*)







