Ekbis  

BRI Magetan Genjot Pembiayaan UMKM, Penyaluran KUR Tembus Rp1,28 Triliun

Ket Photo : BRI Cabang Magetan

MAGETAN, Wartatransparansi.com – BRI Branch Office (BO) Magetan, Jawa Timur, terus memperkuat perannya sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga April 2026, BRI BO Magetan telah menyalurkan KUR Mikro sebesar Rp1,284 triliun dan KUR Ritel sebesar Rp99,87 miliar.

Branch Office Head BRI Magetan, Aditya Ivan Buana Putra, mengatakan sebagian besar penyaluran KUR didominasi sektor produktif melalui KUR Mikro senilai Rp1,284 triliun dan KUR Ritel Rp99,87 miliar.

Menurutnya, sektor produktif tersebut mencakup bidang pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, hingga industri jasa lainnya yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.

“Dengan pembiayaan yang memadai dan akses permodalan yang lebih mudah melalui KUR, pelaku usaha di wilayah Magetan memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kapasitas usaha, membuka lapangan kerja, serta memperkuat daya saing ekonomi daerah,” ujar Aditya Ivan Buana Putra.

Ia menambahkan, program KUR merupakan wujud nyata komitmen BRI yang sejalan dengan Asta Cita Pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM, perluasan kesempatan kerja, dan pemerataan pembangunan.

“Ini merupakan upaya nyata BRI dalam mendukung perekonomian masyarakat di wilayah BRI Magetan melalui penyaluran pendanaan usaha. Kami juga melihat banyak potensi di wilayah Magetan, khususnya di sektor pertanian tebu dan palawija. Tentunya BRI memiliki peran untuk mendukung pelaku usaha, baik dalam pendanaan maupun peningkatan kapasitas usaha,” katanya.

Ivan menegaskan, dukungan BRI tidak hanya sebatas penyaluran dana, tetapi juga mencakup pemberdayaan dan pendampingan usaha serta edukasi finansial agar para debitur mampu mengelola usaha secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Hal tersebut sejalan dengan visi BRI untuk menjadi mitra terpercaya dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan, khususnya di daerah yang memiliki potensi unggulan.

“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM, tidak hanya melalui modal usaha, tetapi juga lewat pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya. Kami juga terus mengedukasi pelaku usaha agar melek digital dan memanfaatkan platform penjualan online sehingga dapat meningkatkan kapasitas usaha dan naik kelas,” tegasnya. (*)

Penulis: Rudy ArdiEditor: Amin Istighfarin