BLITAR, WartaTransparansi.com – Dalam rangka mendorong petani tebu untuk menggunakan benih tebu bermutu, CV Lang Buana dan UPT Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (Balai Besar PPMBTPH) Surabya sertifikasi benih tebu.
Sertifikasi ini berlangsung selama tiga hari pertama di Desa Modangan, Candi Sewu Kecamatan Nglegok dan Desa Suberjati Kecamatan Kademangan.
Menurut pihak CV Lang Buana, Ageng Risky dari hasil sertifikasi yang dilakukan di tiga tempat tersebut, BBMBTPH menjelaskan bahwa benih Kebun Benih Datar (KBD) sudah layak dan lolos dijadikan benih bermutu dengan luasan 250 hektar.
“Benih tebu yang bermutu merupakan faktor penting untuk meningkatkan produktivitas dan rendemen. Salah satu upaya penting yang menentukan keberhasilan budi daya tebu adalah ketersediaan benih berkualitas,” ujar Admin KBD, Ageng Risky.
Kata Rizky sertifikasi ini diperlukan supaya meningkatkan produktivitas dan produksi tanaman, menjamin kualitas benih, baik genetik dan fisik, selain itu untuk menjamin varietas yang digunakan sesuai dengan lapangan, memberikan keunggulan kompetitif bagi petani, dan meningkatkan kualitas hasil panen.
Melalui sertifikasi oleh UPT Balai Besar Pengembangan Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (Balai Besar PPMBTPH) Surabaya diharapkan nanti kelompok tani sebagai penerima manfaat bantuan benih tersebut dari Kebun Benih Datar (KBD).
“Harapannya petani tebu yang tergabung dalam kelompok tani setempat dapat memanfaatkan benih tersebut dan dapat memberikan manfaat serta meningkatkan produktivitas tanaman tebu,” tandas Ageng Risky.
Sementara itu, Calon Petani Calon Lahan (CPCL) salah satu calon penerima benih tebu, Sukarwo warga Wonotirto mengatakan, siap menerima benih tebu dengan kualitas terbaik dari KBD Lang Buana. Pihaknya melalui kelompok tani mengharapkan benih tebu yang akan disalurkan memiliki keunggulan kemurnian tanaman yang tinggi, daya tumbuh seragam serta jumlah anakannya.
“Dengan bibit unggul, petani tebu dapat meningkatkan rendemen gula secara optimal sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi para petani,” jelas karwo. (*)






