Kediri  

Ratusan Pelajar Ikuti Safari Anti Narkoba di Mapolres Kediri

Kegiatan Cangkrukan Bareng Kapolres Kediri bersama pelajar dalam pembinaan generasi anti narkoba di Mapolres Kediri.
Kapolres Kediri bersama jajaran dan pelajar saat kegiatan Cangkrukan Bareng Kapolres dalam rangka pembinaan generasi anti narkoba di Mapolres Kediri.(Foto: istimewa).

KEDIRI WartaTransparansi.com – Ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Kediri mengikuti kegiatan Safari Pembinaan Generasi Anti Narkoba di Aula Wicaksana Laghawa Mapolres Kediri, Jumat (24/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya preventif aparat kepolisian bersama instansi terkait untuk menekan potensi penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.

Acara ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari Ditbinmas Polda Jawa Timur, Polres Kediri, hingga Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kediri. Fokus utama kegiatan adalah memberikan pemahaman komprehensif kepada pelajar tentang bahaya narkotika serta membangun ketahanan diri di tengah pengaruh lingkungan dan perkembangan teknologi.

Para peserta yang berasal dari jenjang SMK dan MAN tampak mengikuti kegiatan dengan antusias. Mereka mendapatkan materi seputar dampak penyalahgunaan narkoba, pentingnya memilih lingkungan pergaulan yang sehat, hingga pemanfaatan media sosial secara bijak.

Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji melalui Wakapolres Kediri Kompol Hari Kurniawan menegaskan pentingnya kesadaran sejak dini dalam menghadapi ancaman narkoba.

“Narkoba merusak masa depan, kesehatan, dan prestasi. Ketegasan untuk menolak menjadi langkah awal yang harus dimiliki setiap pelajar,” tegas Beliau.

Menurut Kompol Hari, lingkungan pertemanan memiliki peran besar dalam membentuk perilaku generasi muda. Ia menilai, memilih pergaulan yang tepat menjadi salah satu benteng utama dalam mencegah penyimpangan.

Selain itu, pelajar didorong untuk mengisi waktu dengan kegiatan positif dan produktif. Sikap tegas juga diperlukan saat menghadapi situasi yang berpotensi membawa pengaruh negatif.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini tidak hanya membahas narkotika, tetapi juga fenomena lain yang berkembang di kalangan remaja, seperti penyalahgunaan zat berbahaya non-narkotika serta penggunaan rokok elektrik yang berdampak pada kesehatan.

Peserta juga dibekali kemampuan untuk mengenali tanda-tanda awal penyalahgunaan, baik dari perubahan perilaku maupun kondisi fisik. Hal ini diharapkan dapat membantu deteksi dini serta pencegahan yang lebih efektif di lingkungan sekolah maupun pergaulan sehari-hari.

Kehadiran BNN Kota Kediri dalam kegiatan ini memperkuat aspek edukasi, khususnya terkait konsekuensi hukum, proses rehabilitasi, serta dampak jangka panjang penyalahgunaan narkoba terhadap kehidupan sosial.

Selama kegiatan berlangsung, interaksi antara pemateri dan peserta berjalan aktif. Para pelajar diberikan ruang untuk bertanya dan berdiskusi, sehingga materi yang disampaikan lebih mudah dipahami dan relevan dengan kondisi mereka.

“Langkah pembinaan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif di kalangan pelajar untuk menjaga diri, lingkungan, serta masa depan dari ancaman penyalahgunaan narkoba yang kian kompleks,” tutup Kompol Hari.(*)

Penulis: Moch Abi Madyan