Kediri  

KNPI Kota Kediri Minta OKP Tinggalkan Ego Sektoral, Fokus Bangun Soliditas Pemuda

Peserta Bimtek Dana Hibah 2026 KNPI Kota Kediri saling bersalaman dalam acara Halal Bihalal.
Suasana hangat peserta Bimtek Dana Hibah 2026 yang digelar KNPI Kota Kediri saat momen Halal Bihalal, ditandai dengan saling bersalaman dan mempererat silaturahmi. (Foto: Moch Abi Madyan).

KEDIRI WartaTransparansi.com – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Kediri menekankan pentingnya menjaga soliditas dan melepas ego sektoral antarorganisasi kepemudaan (OKP). Hal itu disampaikan untuk memastikan KNPI tetap menjadi rumah besar bagi pemuda dari berbagai latar belakang di Kota Kediri.

Ketua DPD KNPI Kota Kediri, Munjidul Ibad melalui Asyhari Eko Prayetno, dalam acara Halalbihalal sekaligus Bimbingan Teknis (Bimtek) dana hibah KNPI 2026.

Aktivis yang akrab disapa Asyhari mengingatkan bahwa KNPI menaungi beragam OKP, mulai dari organisasi keagamaan seperti NU, Muhammadiyah, LDII, organisasi non-muslim, hingga kelompok nasionalis. Ia meminta seluruh pengurus untuk menanggalkan identitas kelompok asalnya saat bekerja untuk organisasi.

“Kalau sudah di DPD KNPI, berarti kita sudah membicarakan pemuda Kota Kediri, yang kita bicarakan bukan ormas kita,” ujarnya, Jumat 17 April 2026.

Lebih Ketua bidang agama DPD KNPI Kota Kediri ini juga menyoroti mentalitas aktivis dalam membesarkan organisasi. Ia menekankan agar para pemuda tidak hanya bersemangat saat ada pamrih atau keuntungan pribadi.

Menurutnya, dedikasi terhadap organisasi harus tetap terjaga baik saat bekerja sendiri maupun dalam tim.

“Kita itu bisa membesarkan organisasi, kita bisa menghidupi organisasi dan tidak mencari hidup dalam organisasi,” tegas Asyhari.

Selain soal kinerja, Asyhari juga berpesan mengenai pentingnya menjaga etika pergaulan dan ketahanan mental di tengah perbedaan karakter anggota organisasi yang beragam. Ia berharap para pengurus tidak mudah menyerah atau keluar dari barisan hanya karena perbedaan pendapat atau teguran.

“Kalau kita tidak bisa berbuat baik, minimal jangan menyakiti orang lain,” pungkas Asyhari.(*)

Penulis: Moch Abi Madyan