Blitar  

Pemerintah Pusat dan CV. Lang Buana Salurkan Bantuan Benih Tebu Unggulan ke Petani di Blitar

Penanaman tebu hasil kerjasama pemerintah pusat bersama CV. Lang Buana di Blitar Selatan

Blitar, WartaTransparansi.com – Petani tebu di Kabupaten Blitar kini nampak berbinar-binar tak kala menerima bantuan dari program Kebun Benih Datar (KBD) dari pemerintah pusat melalui Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian.

Program bantuan tebu dari Pemerintah hasil kerjasama dengan CV. Lang Buana produsen dan pengedar benih unggul bersertifikat (tanaman pangan, perkebunan, hortikultura) yang berbasis di Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Tujuan pemberian pemerintah ini adalah untuk mewujudkan swasembada gula nasional terutama para petani di wilayah Blitar Selatan.

Program ini mencakup pengelolaan lahan yang cukup luas, yakni sekitar 270 hektare untuk kegiatan KBD serta kurang lebih 1.200 hektare untuk program Bongkar Raton. Lahan-lahan tersebut tersebar di beberapa kecamatan di Blitar Selatan, meliputi Kecamatan Purworejo, Wonotirto, dan Bakung.

Dalam pelaksanaannya, petani menerima varietas tebu unggulan Bululawang (BL) yang dikenal memiliki sejumlah kelebihan. Varietas ini dinilai mampu menghasilkan produktivitas tinggi, memiliki pertumbuhan sogolan (tunas baru) yang terus berkembang sehingga menambah bobot tebu saat panen, serta memiliki kadar gula (rendemen) yang tinggi.

Selain itu, varietas ini juga memiliki daya adaptasi yang luas di berbagai jenis tanah dengan fisik batang yang kuat dan berkualitas.

Benih yang disalurkan dalam program ini mencapai sekitar 90 persen. Hal ini turut mendukung kondisi tanaman di lapangan yang secara umum menunjukkan hasil yang baik. Saat ini, usia tanaman bervariasi mulai dari 3 hingga 6 bulan dan sebagian besar telah diajukan untuk proses verifikasi.

Bahkan, beberapa di antaranya dijadwalkan memasuki masa tebang pada bulan mendatang. Secara keseluruhan, kondisi tanaman dilaporkan mencapai 90 persen dalam kategori baik dan unggul.

Pemerintah bersama petani juga telah merencanakan tahap pengelolaan lanjutan yang akan dimulai pada Mei hingga Juni 2026, mencakup kegiatan penebangan sekaligus penanaman kembali.

Dari sisi produksi, proses berjalan lancar dan stabil. Kegiatan penggilingan (giling) direncanakan mulai berlangsung pada Mei. Sementara untuk program lanjutan, distribusi bantuan kepada petani akan dilakukan setelah tanaman mencapai usia ideal, yakni sekitar 6 hingga 8 bulan.

Salah satu penerima bantuan dari pemerintah pusat tersebut adalah, Subari, warga Blitar selatan yang mengaku merasakan langsung dorongan semangat dalam mengelola lahannya sejak program tersebut berjalan. Ia menyampaikan bahwa program ini memberikan dampak nyata bagi para petani.

“Kami merasa lebih semangat karena ada perhatian dan dukungan langsung dari pemerintah. Harapannya, program ini benar-benar bisa meningkatkan kesejahteraan petani dan semua pihak yang terlibat,” ujarnya.

Petani tebu di Blitar ini berharap, dengan berbagai capaian tersebut, program bantuan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan produksi tebu sekaligus memperkuat sektor pertanian di wilayah Blitar Selatan secara berkelanjutan. (*)

Penulis: Sumartono