Kejari Kota Mojokerto Musnahkan Ratusan Barang Bukti dari 63 Perkara Inkracht

Mojokerto, WartaTransparansi.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto memusnahkan ratusan barang bukti dari 63 perkara pidana yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht), Selasa (14/4/2026). Langkah ini sebagai bentuk nyata pelaksanaan kewenangan jaksa dalam mengeksekusi putusan pengadilan.

Plt. Kepala Kejari Kota Mojokerto, Abdul Rasyid, usai melakukan pembakaran barang bukti menjelaskan bahwa pemusnahan barang bukti tersebut  dari hasil inkracht dalam kurun waktu November 2025 sampai Maret 2026.

“Barang bukti yang dimusnahkan ini berasal dari perkara yang telah inkracht dalam kurun waktu November 2025 sampai Maret 2026, jumlahnya mencapai ratusan,” tegas Abdul Rasyid.

Dijelaskan  barang bukti yang dimusnahkan meliputi pil double L sebanyak 162 butir, sabu seberat 67,217 gram, ganja 105 gram, tiga bilah senjata tajam, serta 235 barang sitaan lainnya seperti telepon genggam, pakaian, dan helm.

Abdul Rasyid menegaskan, kegiatan pemusnahan barang bukti ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata pelaksanaan kewenangan jaksa dalam mengeksekusi putusan pengadilan.

“Eksekusi putusan perkara pidana hanya dapat dilakukan oleh jaksa. Ini merupakan kewenangan absolut yang tidak dimiliki institusi lain,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas dalam proses penegakan hukum. Salah satunya melalui pemusnahan barang bukti secara rutin dan transparan guna mencegah potensi penyimpangan.

“Ini bagian dari komitmen kami untuk selalu berada di garis terdepan dalam penegakan hukum sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan barang bukti,”tambahnya.

Proses pemusnahan dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari dibakar hingga dihancurkan. Khusus untuk narkotika jenis sabu dan ganja, dimusnahkan dengan cara diblender dan dicampur deterjen agar tidak dapat disalahgunakan kembali.

Menariknya, kegiatan ini juga melibatkan sekitar 50 siswa-siswi dari SMP Negeri 5 Kota Mojokerto. Kehadiran para pelajar tersebut sebagai bagian dari upaya edukasi dini mengenai bahaya narkotika dan tindak kriminal.

“Kami ingin memberikan pemahaman sejak dini agar generasi muda tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba maupun pergaulan bebas,” pungkas Plt. Kepala Kejari. (*)

Penulis: Gatot Sugianto