KEDIRI WartaTransparansi.com – Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Kediri, Imam Wihdan Zarkasyi, menegaskan pentingnya komunikasi harmonis antara pemerintah kota dan pengemudi ojek online (ojol) demi menjaga keselamatan berkendara serta mencegah potensi gesekan di lapangan. Penegasan itu disampaikan dalam sosialisasi bersama Dinas Perhubungan dan komunitas ojol di Kota Kediri.
Politisi yang akrab disapa Pak Lek Imam menyebut ojol telah menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut ekonomi masyarakat. Karena itu, menurut dia, pemerintah tidak boleh abai dalam menjalankan fungsi pembinaan dan pengayoman.
“Kami ingin menjalin komunikasi yang lancar. Pemerintah wajib mengayomi karena mereka adalah bagian yang harus kita bina dan pahami aturan-aturannya,” ujarnya, di Aula Uji KIR kendaraan Dinas Perhubungan Kota Kediri, Jumat 27 Februari 2026.
Pernyataan tersebut menegaskan posisi Pak Lek Imam bukan sekadar legislator, melainkan jembatan aspirasi antara kebijakan dan realitas lapangan. Ia menilai pendekatan persuasif jauh lebih efektif ketimbang tindakan represif yang justru berpotensi memicu konflik.
Serap Aspirasi Infrastruktur
Dalam dialog tersebut, para pengemudi menyampaikan keluhan mengenai kondisi jalan rusak dan intensitas cahaya lampu lalu lintas yang dinilai mengganggu kenyamanan berkendara pada malam hari. Imam langsung meminta agar persoalan itu ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas dinas.
Ia mendorong Dinas Perhubungan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) terkait perbaikan jalan, serta menggandeng Satlantas untuk mengevaluasi lampu lalu lintas.
“Keselamatan di jalan adalah kesadaran kolektif. Jika pengemudi tertib dan fasilitas jalan mendukung, kenyamanan bagi pelanggan pun akan terjaga,” imbuhnya.
Bagi Pak Lek Imam, keselamatan bukan hanya urusan teknis, tetapi juga budaya disiplin yang harus dibangun bersama antara pemerintah dan masyarakat.
Siapkan Program Balik Gratis
Selain isu keselamatan, sosialisasi itu juga memaparkan program Balik Gratis 2026. Pemerintah Kota Kediri menyiapkan empat armada bus, dengan rincian satu unit tujuan Surabaya dan tiga unit tujuan Jakarta. Pendaftaran direncanakan mulai dibuka Senin, 1 Maret 2026.
Program tersebut mengutamakan warga ber-KTP Kota Kediri. Adapun warga luar kota yang berdomisili sementara di Kediri wajib melampirkan surat pengantar dari RT setempat.
Pak Lek Imam berharap komunikasi dua arah ini terus terjaga, terutama menjelang Ramadan dan Lebaran. Ia juga memastikan pemantauan arus lalu lintas akan diperketat melalui sistem Area Traffic Control System (ATCS) di sejumlah titik rawan kemacetan.
Dengan pendekatan dialogis dan responsif terhadap aspirasi, Imam Wihdan Zarkasyi menempatkan diri sebagai figur legislatif yang aktif membangun sinergi, sekaligus memperkuat citra kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat akar rumput.(*)











