Kediri  

Dari Sosialisasi Hukum hingga Harmoni Sosial, Imam Wihdan Zarkasyi Gandeng Kesbangpol Kota Kediri

KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Anggota DPRD Kota Kediri Imam Wihdan Zarkasyi, ST, MM, menegaskan pentingnya penguatan harmoni sosial melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat guna menjaga stabilitas serta kedamaian daerah. Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi produk hukum (SPH) dan kebangsaan yang digelar di Kelurahan Banjarmlati, Kota Kediri dengan menggandeng Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Kediri.

Kegiatan yang dihadiri ratusan warga dari berbagai kelurahan itu menjadi sarana edukasi publik terkait peraturan daerah sekaligus penguatan wawasan kebangsaan. Imam Wihdan menyebut, sosialisasi produk hukum merupakan bagian dari tugas konstitusional legislator agar regulasi yang telah disahkan dapat dipahami dan diterapkan secara tepat oleh masyarakat.

“Produk hukum daerah disusun untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, warga perlu tahu isi dan tujuan regulasi tersebut,” ujarnya, Selasa 16 Desember 2025.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Kediri itu menilai, pemahaman masyarakat terhadap regulasi daerah akan mendorong efektivitas kebijakan sekaligus memperkuat partisipasi publik dalam pembangunan. Menurut dia, keterlibatan aktif warga juga menjadi fondasi dalam menjaga kondusivitas sosial.

Dalam kegiatan tersebut, politisi yang akrab disapa Pak Lek Imam, secara khusus menghadirkan Kepala Kesbangpol Kota Kediri sebagai mitra strategis guna memperjelas peran lembaga tersebut diuwaran dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Hari ini kita sosialisasi produk hukum, kita mengundang dari Kepala Badan Kesbangpol Kota Kediri. Ya tentunya ini sebagai sarana kita untuk mensosialisasikan sebenarnya Kesbangpol itu apa gitu,” ujarnya.

Pak Lek Imam menekankan bahwa menjaga perdamaian dan keselarasan sosial bukan semata tugas negara, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Ia menyebut, pendekatan edukatif dan preventif menjadi kunci dalam mencegah potensi konflik sejak dini.

“Kita berusaha memberikan informasi mengenai terutama terkait dengan soal menjaga perdamaian, menjaga keselarasan di masyarakat. Kesbangpol ini kan perlu banyak waktu untuk turun ke masyarakat. Nah kita memfasilitasi itu,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya penguatan wawasan kebangsaan dan kerukunan umat beragama sebagai benteng utama dalam menghadapi kerawanan sosial.

“Kita minta bantuan juga untuk supaya Kesbangpol bisa memberikan wawasan mengenai kesatuan bangsa, mengenai kerukunan umat beragama, dan terutama memang perlu menjaga kedamaian dan keselarasan antar masyarakat. Itu yang mungkin poin yang kita sedang dorong untuk disampaikan,” tuturnya.

Terkait potensi konflik sosial, Pak Lek Imam menegaskan komitmennya untuk menjadi jembatan aspirasi masyarakat agar persoalan dapat terdeteksi lebih awal.

“Kita menjaga agar potensi atau kemungkinan-kemungkinan yang bisa jadi bara itu kita kecil sekali supaya jangan sampai terjadi,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kota Kediri Didik Catur mengapresiasi inisiatif DPRD Kota Kediri yang dinilai mampu meningkatkan literasi kebangsaan masyarakat. Ia menyampaikan materi mulai dari wawasan kebangsaan, pemahaman politik, hingga peran lembaga negara.

Kepala Kesbangpol Kota Kediri Didik Catur menyampaikan materi wawasan kebangsaan dalam kegiatan sosialisasi produk hukum di Kediri.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Kediri Didik Catur memberikan pemaparan tentang wawasan kebangsaan dan kerukunan sosial dalam kegiatan sosialisasi produk hukum DPRD Kota Kediri.(Foto: Moch Abi Madyan)

“Kami tadi menyampaikan tugas-tugas dan fungsi daripada Badan Kesbangpol, baik itu tentang wawasan kebangsaan, sedikit tentang apa sih politik itu, lalu terkait dengan tugas fungsi dari legislator, yudikatif, eksekutif, dan terkait persoalan di masyarakat,” jelasnya.

Didik juga mengingatkan warga agar bijak dalam menggunakan media sosial.

“Kami sampaikan terkait penggunaan media sosial yang bijaksana, menggunakan HP dengan baik dan bijak. Pesan kami jaga kerukunan,” tegasnya.

Kegiatan sosialisasi tersebut mendapat respons antusias dari warga, terutama saat membahas kerukunan umat beragama dan pencegahan konflik sosial, sekaligus memperkuat komitmen bersama menjaga kondusivitas Kota Kediri.(*)

Penulis: Moch Abi Madyan