KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) kembali menggelar Operasi Pasar Murni (OPM) untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan pangan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). OPM digelar mulai Rabu (3/12) hingga Senin (22/12) di 15 lokasi yang tersebar di wilayah Kota Kediri.
Kepala Disperdagin Kota Kediri, Moh Ridwan, mengatakan langkah tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, terutama di tengah potensi peningkatan permintaan bahan pokok pada akhir tahun. “Di akhir tahun ini permintaan kebutuhan pokok meningkat drastis kemungkinan harga juga naik, tapi alhamdulillah di Kota Kediri secara umum harga relatif stabil. Meski begitu kami tetap mengadakan OPM untuk memastikan bahwa kebutuhan masyarakat di akhir tahun bisa tercukupi,” terangnya, Selasa (16/12).
OPM dilaksanakan secara bergiliran di Kelurahan Mrican (3/12), Ngronggo Sport Art Center (4/12), Kelurahan Pesantren (5/12), Kecamatan Kota (6/12), Kelurahan Pojok (8/12), Kelurahan Kaliombo (9/12), Kelurahan Bawang (10/12), Kelurahan Lirboyo (11/12), Kelurahan Setono Pande (12/12), Kelurahan Banaran (15/12), Kelurahan Bandar Lor (16/12), Kelurahan Semampir (17/12), Kelurahan Burengan (18/12), Kantor Kejaksaan Negeri (19/12), dan ditutup di Kelurahan Bangsal (22/12).
Dalam OPM tersebut, Disperdagin menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, di antaranya beras premium Rp68.500 per 5 kilogram, beras medium Rp57.000 per 5 kilogram, minyak goreng Rp15.000 per liter, gula pasir Rp14.500 per kilogram, telur ayam ras Rp24.500 per kilogram, serta aneka komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang dengan harga Rp6.000–Rp7.000 per paket.
Ridwan menegaskan stok pangan di Kota Kediri dalam kondisi aman dan masyarakat diminta tidak melakukan pembelian berlebihan. “Kebutuhan pokok di Nataru biasanya meningkat, akan tetapi di Kota Kediri stok kebutuhan pokok tercukupi. Selain itu harga di pasaran hari ini relatif terjangkau khususnya sayuran cabai yang sempat naik, tapi mendekati nataru cenderung melandai,” jelasnya.
Tingginya minat warga terlihat dari antrean masyarakat yang sudah memadati lokasi sebelum OPM dibuka. Sari, warga Kelurahan Setono Pande, mengaku sengaja datang lebih awal untuk mendapatkan kebutuhan rumah tangga. “Ini Saya beli beras, cabai, minyak goreng, gula, telur. Alhamdulillah ada subsidi dari pemerintah untuk kebutuhan rumah tangga, makanya sampai antri,” ujarnya.
Melalui OPM, Disperdagin berharap daya beli masyarakat tetap terjaga, roda perekonomian warga terus bergerak, serta umat Nasrani di Kota Kediri dapat menjalankan ibadah Natal dengan tenang karena kebutuhan pangan tercukupi dan harganya terjangkau.(*)











