SURABAYA – Palang Merah Indonesia (PMI) Surabaya menggelar kegiatan Community Science Heat Mapping pada 27-30 Oktober 2026 di Aula Markas PMI Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini bertujuan memetakan risiko panas perkotaan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap dampak suhu tinggi bagi kesehatan dan keselamatan.
Kegiatan tersebut dibuka oleh dr. Harsono dan diikuti jajaran serta peserta dari PMI Surabaya. Hadir pula perwakilan American Red Cross, Mr. Joseph dan Mrs. Alison Lawyer, serta perwakilan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Muchrizal Harris.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengumpulan data suhu lingkungan secara langsung di lapangan. Data tersebut akan digunakan untuk menggambarkan kondisi panas di berbagai wilayah serta mengidentifikasi kawasan dengan tingkat paparan panas yang lebih tinggi.
Melalui pendekatan community science, peserta dilibatkan secara aktif dalam pengamatan dan pengumpulan data lingkungan. Hasil pemetaan diharapkan dapat menjadi bahan pendukung untuk meningkatkan edukasi masyarakat, memperkuat kesiapsiagaan, serta menyusun strategi mitigasi risiko panas di kawasan perkotaan.
Dr. Harsono dalam pembukaan kegiatan menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menghadapi tantangan lingkungan dan perubahan iklim. Keterlibatan relawan dan masyarakat dinilai berperan penting dalam menghasilkan informasi lapangan yang dapat mendukung upaya perlindungan masyarakat.

Kolaborasi PMI Surabaya, American Red Cross, dan BMKG juga diharapkan memperkuat pertukaran pengetahuan serta kapasitas dalam menghadapi risiko cuaca ekstrem dan perubahan iklim.
Kegiatan yang berlangsung hingga 30 Oktober 2026 ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas PMI Surabaya dalam memahami risiko panas perkotaan serta mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih tangguh menghadapi dampak perubahan iklim.(min)







