banner 400x130
Kediri  

Tegaskan Obat TBC Gratis, Wali Kota Kediri Minta Masyarakat Hapus Stigma Pasien

Potret Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati saat menyampaikan pidato penguatan kapasitas kader kesehatan untuk pencegahan TBC di Kediri.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan arahan penting mengenai peran aktif kader kesehatan dalam penelusuran kontak serta penghapusan stigma terhadap penderita TBC di Hotel Lotus Garden Kediri, Rabu (30/9/2026). (Foto: istimewa).

KEDIRI WartaTransparansi.com – Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menegaskan bahwa penyakit tuberkulosis (TBC) dapat disembuhkan total dan seluruh biaya pengobatannya dijamin gratis oleh pemerintah. Untuk itu, masyarakat diminta menghentikan segala bentuk stigma negatif terhadap penderita TBC agar mereka tidak takut memeriksakan diri dan berobat hingga tuntas.

Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Kediri yang akrab disapa Mbak Wali, saat menghadiri pelatihan peningkatan kapasitas kader kesehatan dalam Tatalaksana Investigasi Kontak (IK) dan Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB) di Ballroom Hotel yang berlokasi di Jaksa Agung Suprapto, Rabu 30 September 2026.

“Hilangkan stigma di masyarakat. Pastikan kehadiran dan kepedulian kita menjadi semangat mereka untuk sembuh. Kita yakinkan bersama bahwa TBC ini bisa disembuhkan dan obatnya gratis,” ujar Mbak Wali di hadapan para kader kesehatan se-Kota Kediri.

Berdasarkan data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) per 24 September 2026, Kota Kediri telah mencatat 1.430 notifikasi kasus TBC atau sekitar 76 persen dari target 1.872 kasus. Namun, capaian pelacakan kontak erat (tracing) baru menyentuh 62 persen, sedangkan pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) masih berada di angka 17 persen.

Mbak Wali menjelaskan, salah satu hambatan terbesar dalam penuntasan TBC adalah rasa malu atau takut dari pasien akibat perlakuan diskriminatif lingkungan sekitar. Hal inilah yang kerap membuat warga enggan melakukan pemeriksaan maupun melanjutkan pengobatan pencegahan.

Oleh karena itu, ia mendorong para kader kesehatan untuk melakukan pendekatan secara humanis saat memberikan edukasi di lapangan. Selain memotivasi pasien, kader juga diminta aktif melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang tinggal serumah atau sering berinteraksi dekat dengan penderita.

Di sisi lain, Wali Kota juga mengingatkan para kader untuk tidak mengabaikan keselamatan diri sendiri saat bertugas. Penerapan protokol kesehatan dasar seperti menggunakan masker dan rutin mencuci tangan wajib dilakukan guna mencegah risiko penularan.

“Upaya kita bukan hanya menjaga masyarakat sekitar, tetapi juga memastikan keluarga kita sendiri terhindar dari TBC. Jangan sampai karena terlalu fokus di lapangan, kita lupa mengedukasi anggota keluarga di rumah,” tutupnya.(*)

Penulis: Moch Abi Madyan