SURABAYA, WartaTranspqransi.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan kado kemerdekaan berupa pembebasan 100 persen tarif pemeriksaan kesehatan atau Medical Check Up (MCU) bagi masyarakat umum di Rumah Sakit Paru Manguharjo Provinsi Jawa Timur, Madiun.
Program MCU gratis tersebut digelar dalam sejumlah momentum sepanjang 2026. Khusus memperingati HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, layanan MCU Dasar gratis dijadwalkan pada 24-28 Agustus 2026 dengan kuota 20 peserta.
“Dalam suasana HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kami memberikan pembebasan 100 persen tarif retribusi pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Paru Manguharjo,” ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (23/8/2026).
Kebijakan itu tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Timur tentang Pemberian Pembebasan Tarif Retribusi Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit Paru Manguharjo Provinsi Jawa Timur. Peserta yang memperoleh kuota tidak perlu membayar tarif pemeriksaan sesuai paket yang ditetapkan.
Untuk Agustus, masyarakat mendapatkan MCU Dasar yang tarif normalnya Rp232.000 secara gratis. Khofifah mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya Pemprov Jatim memperluas akses layanan kesehatan preventif sekaligus mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan secara dini dan berkala.
“Jangan menunggu sakit untuk memeriksakan kesehatan. Semakin dini kita mengetahui kondisi tubuh, semakin besar kesempatan untuk melakukan pencegahan,” katanya.
Program serupa berlanjut pada September. Dalam rangka Hari Gigi, disiapkan MCU Dasar dengan Rontgen Panoramik senilai Rp357.000. Pada momentum Hari Jantung dan Paru, tersedia MCU Silver senilai Rp362.000.
Memasuki Oktober, MCU Silver gratis diberikan dalam rangka Hari Ulang Tahun Provinsi Jawa Timur. Sedangkan momentum Hari Kesehatan Jiwa menyediakan MCU Psikiatri dan Napza dengan tarif normal Rp100.000.
Pada November, bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional, masyarakat kembali memperoleh kesempatan mendapatkan MCU Silver secara gratis.
Khofifah menegaskan setiap event menyediakan kuota 20 peserta. Teknis pendaftaran, jadwal, serta syarat dan ketentuan akan diinformasikan lebih lanjut oleh RS Paru Manguharjo.
Ia berharap program tersebut memperkuat budaya pemeriksaan kesehatan berkala di masyarakat. Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak hanya berorientasi pada pengobatan, tetapi juga harus memperkuat upaya promotif dan preventif.
“Kesehatan adalah investasi yang sangat penting. Semakin dini kondisi kesehatan diketahui, semakin cepat pula langkah pencegahan maupun penanganan dapat dilakukan,” pungkasnya. (*)







