SURABAYA, WartaTransparansi.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan Pemprov Jatim memberikan dukungan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Selain menyampaikan duka cita, Pemprov Jatim melalui BPBD telah mengirim tujuh personel advance ke wilayah terdampak. Enam personel dari Tim Reaksi Cepat (TRC)/Urban Search and Rescue (USAR) akan bergabung dengan Basarnas dan unsur SAR untuk mendukung pencarian dan pertolongan. Satu personel Pusdalops PB ditugaskan membantu pengumpulan dan sinkronisasi data kebencanaan.
“Jawa Timur hadir untuk NTT. Yang dibutuhkan sekarang adalah bagaimana kita bergerak cepat, tepat dan terkoordinasi agar bantuan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat terdampak,” ujar Khofifah di Surabaya, Senin (17/8/2026).
Dukungan juga diperkuat dengan pengerahan tim kesehatan dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya yang terdiri atas dokter spesialis orthopedi, dokter spesialis anestesi dan perawat, berikut obat-obatan serta peralatan medis untuk penanganan korban.
Sementara itu, bantuan logistik tahap awal sebanyak 8,4 ton senilai Rp985.816.345 diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Perak menuju Ende, NTT. Bantuan antara lain berupa kidsware, velbed, makanan siap saji, lauk pauk, makanan tambahan gizi dan berbagai biskuit.
Khofifah menyebut total bantuan Jatim diperkirakan mencapai 100 ton. Sebagian bantuan berikutnya akan diberangkatkan pada 20 Agustus menuju Labuan Bajo.
“Duka NTT adalah duka kita bersama. Dari Jawa Timur kami mengirimkan doa, kepedulian dan dukungan terbaik,” tegasnya.
(min/min)







