banner 400x130
Ekbis  

Airlangga Ajak APINDO Perkuat Kolaborasi untuk Dorong Investasi dan Serapan Tenaga Kerja

MAKASSAR – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan badan usaha milik negara (BUMN) menjadi kunci utama dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika ekonomi global.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi, memperluas investasi, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Pernyataan itu disampaikan Airlangga saat menghadiri Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) ke-XXXV di Makassar, Selasa (4/8).

Airlangga mengatakan prospek ekonomi dunia mulai menunjukkan perbaikan. Pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan meningkat dari 2,8 persen pada 2026 menjadi 3,1 persen pada 2027. Di tengah kondisi tersebut, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat.

Menurutnya, inflasi Indonesia pada Juli 2026 tetap berada dalam sasaran pemerintah sebesar 2,88 persen secara tahunan. Aktivitas manufaktur juga masih berada pada zona ekspansif dengan Purchasing Managers’ Index (PMI) sebesar 50,2 pada Juli 2026. Selain itu, pertumbuhan kredit perbankan mencapai 12,67 persen secara tahunan pada Juni 2026, sementara cadangan devisa tercatat sebesar 145,6 miliar dolar AS atau setara 5,5 bulan impor.

Airlangga menjelaskan capaian tersebut didukung berbagai kebijakan strategis pemerintah, antara lain penguatan sektor energi melalui program B50, Biosolar bagi Nelayan, dan pengembangan bioetanol sebagai bahan bakar nabati.

Pemerintah juga mendorong konsumsi domestik melalui pemberian diskon transportasi, bantuan pangan, pembayaran tunjangan hari raya aparatur sipil negara, bantuan hari raya bagi pengemudi ojek daring, serta program magang dan vokasi.

Ia menyebut pemerintah menyiapkan program magang bagi 150.000 peserta dari kalangan Generasi Z yang memperoleh dukungan pembiayaan dari pemerintah selama enam bulan. Karena itu, Airlangga meminta perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam APINDO turut membuka kesempatan magang bagi para peserta.

Selain itu, pemerintah juga telah menyalurkan kredit program hingga Rp169,9 triliun, mendorong pemulihan sektor pariwisata dengan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 7,4 juta orang sepanjang Januari hingga Juni 2026, serta mempercepat digitalisasi di berbagai sektor.

Di bidang investasi, pemerintah terus menjaga kepercayaan investor melalui kebijakan fiskal yang hati-hati dan reformasi struktural. Indonesia kembali memperoleh penegasan peringkat layak investasi dari S&P Global Ratings dengan prospek stabil.

Pemerintah juga berkomitmen menjaga defisit fiskal dalam batas aman melalui pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang ekspansif namun tetap terukur.

Sebagai bagian dari diversifikasi pembiayaan, pemerintah telah menerbitkan Panda Bonds berdenominasi yuan yang memperoleh peringkat AAA/Stable dari Lianhe Credit Rating. Langkah tersebut diharapkan memperluas akses Indonesia terhadap pasar keuangan internasional.

Dalam menjaga stabilitas harga pangan, pemerintah terus mempercepat penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan beras kepada masyarakat.

Sementara itu, pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) hingga Semester I 2026 telah mencatat realisasi investasi kumulatif sebesar Rp368 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 283.234 orang.

Pemerintah juga memperkuat ekosistem keuangan melalui pengembangan Bullion Bank.
Airlangga mengatakan pemerintah saat ini mendorong tiga mesin utama pertumbuhan ekonomi.

Pertama, penguatan industri padat karya melalui penyediaan fasilitas kredit investasi dan modal kerja agar industri semakin kompetitif dan mampu melakukan modernisasi mesin produksi.

Kedua, pengembangan industri semikonduktor, percepatan digitalisasi, dan pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI). Menurutnya, Indonesia kini menjadi salah satu negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) bersama 28 negara lainnya setelah sebelumnya menjadi penggagas percepatan negosiasi ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA).

Ketiga, pemerintah terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pengembangan ekonomi berbasis talenta atau gig economy, termasuk perluasan program magang nasional guna mempercepat penyerapan tenaga kerja dan menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan.

“Kita akan berjaya bukan hanya kalau pengusahanya bersatu, tetapi kalau pengusaha dan pemerintah bersama-sama, juga dengan BUMN. Itulah yang dinamakan Indonesia Incorporated,” ujar Airlangga.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menegaskan pemerintah akan terus memperkuat sinergi dengan dunia usaha agar kebijakan strategis mampu meningkatkan daya saing nasional, memperluas kesempatan kerja, serta mendukung target pertumbuhan ekonomi yang tinggi, inklusif, dan berkelanjutan. (*)

(Din/Min)