banner 400x130

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Ponorogo Harjono Lepas Armada Air Bersih Menuju Desa Munggu, 153 Warga Terima Manfaat

Asisten bidang ekonomi dan pembangunan Pemkab Ponorogo Harjono melepas penyaluran air bersih di Pendopo Kabupaten Ponorogo pada Selasa (4/8/2026)

PONOROGO – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Ponorogo mulai menyalurkan bantuan air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan di wilayah Kabupaten Ponorogo. Pelepasan armada truk tangki dilakukan oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Ponorogo, Harjono, di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Selasa (4/8/2026).

Satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter langsung diberangkatkan menuju dua titik, yakni Dusun Danlegi dan Dusun Bungur, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal. Sedikitnya 153 jiwa di dua dusun tersebut terdampak krisis air bersih akibat musim kemarau.

Hadir dalam pelepasan tersebut Ketua PMI Kabupaten Ponorogo Luhur Karsanto, Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Jawa Timur Edi Purwinarto, serta perwakilan BPBD Kabupaten Ponorogo.

Ketua RT 01/RW 05 Dusun Danlegi, Maryanto, mengatakan Desa Munggu memiliki lima RT, namun hanya Dusun Danlegi dan Dusun Bungur yang mengalami kekeringan paling parah.

“Danlegi dan Bungur paling parah. Sedangkan di RT lainnya masih mengalir meski kecil,” ujarnya.

Ketua PMI Kabupaten Ponorogo, Luhur Karsanto, mengatakan penyaluran bantuan air bersih merupakan bentuk kepedulian PMI kepada masyarakat yang terdampak kekeringan sekaligus langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Kami mulai melakukan dropping air bersih sebagai bentuk komitmen PMI dalam membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau tahun ini diprediksi berlangsung lebih lama, sehingga kami menyiapkan langkah antisipasi sejak dini,” kata Luhur.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Ponorogo, Agung Prasetya, mengatakan distribusi air bersih telah dilakukan sejak sekitar sepekan terakhir dan akan terus ditingkatkan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Distribusi air bersih sudah kami lakukan sejak sekitar satu pekan terakhir. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, penyaluran akan terus kami tambah sesuai kondisi di lapangan,” ujarnya.

Sebuah mobil BPBD terpaksa harus mundur dan menepi untuk memberikan jalan sebuah truk diatas yang turun.Jalan ini hanya bisa dilewati satu kendaraan. Ini terjadi di Desa Munggu Ponorogo dalam kegiatan penyaluran air bersih

Hingga pekan pertama Agustus 2026, BPBD Kabupaten Ponorogo menyebut belum menerima laporan kekeringan dari wilayah lain. Meski demikian, sejumlah desa yang selama ini menjadi langganan kekeringan tetap dipantau secara intensif guna mengantisipasi meluasnya dampak musim kemarau.

Pemerintah Kabupaten Ponorogo bersama PMI dan instansi terkait berkomitmen memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau, khususnya di wilayah yang setiap tahun rawan mengalami krisis air bersih. (*)

Penulis: Amin Istighfarin