banner 400x130

Puluhan Ribu Pengunjung Ramaikan Grebeg Ageng Yaaqawiyyu, UMKM Klaten Raup Berkah

Caption Foto: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri puncak Tradisi Grebeg Ageng Andum Apem Yaaqawiyyu Kiai Ageng Gribig di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Jumat (31/7/2026).

KLATEN, WartaTransparansi.com  – Tradisi Grebeg Ageng Andum Apem Yaaqawiyyu Kiai Ageng Gribig kembali digelar di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Jumat (31/7/2026).

Caption Foto:
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri puncak Tradisi Grebeg Ageng Andum Apem Yaaqawiyyu Kiai Ageng Gribig di Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Jumat (31/7/2026).

Selain menjadi upaya melestarikan warisan budaya dan syiar Islam, kegiatan tahunan tersebut juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat melalui peningkatan aktivitas usaha mikro, perdagangan, dan sektor jasa.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tradisi budaya harus terus dijaga di tengah perkembangan zaman dan digitalisasi agar identitas bangsa tidak tergerus. Menurutnya, Grebeg Ageng Andum Apem Yaaqawiyyu merupakan salah satu tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun dan tetap relevan untuk dipertahankan.

“Tradisi ini harus terus dilestarikan sebagai warisan budaya sekaligus sarana mempererat kebersamaan masyarakat,” ujar Airlangga saat menghadiri puncak acara di Jatinom.

Tahun ini, Grebeg Saparan mengusung tema Ingaluhur Rinasa Trusthaning Gusti yang mengandung pesan agar setiap pencapaian manusia selalu dilandasi sikap tawakal, rendah hati, dan kepercayaan kepada Allah SWT. Tema tersebut dinilai sejalan dengan keteladanan Kiai Ageng Gribig dalam menyebarkan ajaran Islam melalui pendekatan yang santun dan penuh kebijaksanaan.

Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak 16 Juli 2026 dengan Ambuko Songsong Winadi sebagai penanda awal bulan Safar.

Agenda dilanjutkan dengan Semakan Al-Qur’an Bil Qhoib dan Khataman Al-Qur’an, Maulid Al Barzanji, haul, festival seni budaya, hingga kirab Gunungan Apem menuju Masjid Gedhe Jatinom sebelum puncak.**

(Din/Ais)