Program Bantuan Tebu dari Pemerintah Pusat di Tulungagung Kurang Sosialisasi

Sosialisi Program Bongkar Ratoon dan Perluasan Area di Tulungagung

Tulungagung, WartaTransparansi.com – Program penanaman tebu di Kabupaten Tulungagung yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas swasembada gula nasional nampaknya kurang ada sosialisasi.

Hal ini diketahui saat penyedia bibit tebu dari CV Lang Buana sosialisasi kepada Calon Petani Calon Lahan (CPCL) di Tulungagung.

Pemerintah pusat telah menurunkan program bongkar ratoon (BR) dan perluasan areal (PA) lahan tebu untuk meningkatkan produktivitas rendemen dan tonase hasil panen.

Saat sosialisasi program tebu di tulungagung rata-rata petani tebu tidak mengetahui program petani tersebut dari pemerintah pusat.

Menurut warga Ngujang dan Gendingan mereka tahu ada program bantuan dari desa sebelah kemarin dan sekarang giliran mereka mendapatkan bantuan tersebut.

“Jadi program bongkar ratoon dan perluasan areal di Tulungagung kurang sosialisasisaat kita turun ke lapangan,” jelas Imam Syafii, Jumat (25/04/2026).

Lanjutnya, petani disini tahunya dari desa sebelah yang kemarin mendapatkan progran tersebut dan sekarang giliran mereka.

Padahal di Tulungagung dari pemerintah pusat mendapat jatah penanaman tebu seluas 7.600 hektar dari program bongkar ratoon dan Perluasan areal lahan tebu.

“Sementara ini kita telah bersosialisasi dengan para petani di wilayah Ngujang dan Gendingan sudah mendapatkan CPCL kurang lebih 450 hektar,” jelasnya.

Kata Imam, agar program ini cepat memenuhi target para petani tebu progam ini harus disosialisasikan dengan melibatkan pihak dinas dan PPL yang ada di Tulungagung.

Sementara itu menurut Bayu, di wilayah Besoke Kecamatan Besuki program bongkar ratoon dan perluasan areal masih terkendala izin dari Kelompok Tani Hutan (KTH).

“Menurut dinas terkait, setelah surat izin ini turun dari KTH maka penyumbang lahan terbesar CPCL ini ya dari KTH itu,” kata Bayu.

Pihaknya berharap program bongkar ratoon dan perluasan areal pihak terkait secepatnya mensosialisasikan kepada para petani tebu di Tulungagung supaya swasembada gula nasional ini cepat tercapai.

Sampai berita ini diturunkan belum ada tanggapan dari Pemerintah Tulungagung dan dinas terkait. (*)

Penulis: Sumartono