Menyuarakan Hak Rakyat
Kediri  

Mudik Lebaran 2026 Membludak, Okupansi Bandara Dhoho Kediri Tembus 100 Persen, Tiket Pesawat Ludes

KEDIRI WartaTransparansi.com – Gelombang mudik Lebaran 2026 membawa angin segar bagi operasional Bandara Dhoho Kediri. Antusiasme masyarakat untuk pulang ke kampung halaman menggunakan moda transportasi udara melonjak drastis, hingga membuat tingkat keterisian penumpang atau okupansi menyentuh angka sempurna, 100 persen.

Manajemen Bandara Dhoho melaporkan bahwa seluruh slot kursi untuk jadwal penerbangan mendekati hari raya telah habis dipesan. Lonjakan ini menjadi bukti nyata bahwa keberadaan bandara di wilayah Mataraman ini kian menjadi pilihan utama bagi para perantau yang ingin memangkas waktu perjalanan.

General Manager Bandara Udara Dhoho Kediri, Rahmat Yoni Saputra, mengonfirmasi bahwa tren kenaikan penumpang sudah terlihat signifikan bahkan sebelum memasuki puncak arus mudik. Kesiapan fasilitas bandara pun telah digenjot untuk menyambut ribuan pasang kaki yang bakal memadati terminal kedatangan.

“Antusias sekali karena dari sebelum Lebaran, H-5 sebelum Lebaran itu sudah full. Untuk full capacity sudah 100 persen,” ujar Rahmat Yoni Saputra saat ditemui awak media di Bandara Dhoho, Jumat (13/3/2026).

Tidak hanya sekadar kesiapan teknis dan keamanan, Bandara Dhoho juga bersolek dengan nuansa religius yang kental. Dekorasi tematik Ramadan tampak menghiasi setiap sudut ruang tunggu, ditambah dengan sajian hiburan musik religi yang sengaja dihadirkan untuk memberikan kenyamanan sekaligus pengalaman berkesan bagi para pemudik.

Menariknya, gairah mudik kali ini tidak hanya terjadi pada arus kedatangan. Data reservasi tiket menunjukkan tren arus balik juga mulai menunjukkan kepadatan yang serupa. Meski gema takbir belum berkumandang, pesanan tiket untuk keberangkatan dari Kediri mulai H+2 hingga akhir Maret 2026 rata-rata sudah mencapai angka 80 persen.

Guna merespons tingginya permintaan pasar, otoritas bandara bersama maskapai telah menambah frekuensi penerbangan. Rute Jakarta–Kediri yang sebelumnya hanya tersedia tiga kali dalam sepekan, kini ditambah menjadi empat kali penerbangan sejak awal Maret. Secara total, terdapat 22 pergerakan pesawat yang siap melayani mobilitas masyarakat selama periode 13 hingga 30 Maret mendatang.

Namun, untuk kemungkinan penambahan jadwal penerbangan di masa depan, Rahmat menyebut hal tersebut sangat bergantung pada kebijakan masing-masing maskapai berdasarkan analisis pasar. “Kalau terkait untuk penambahan lagi itu adalah kewenangan airline. Airline akan melihat mungkin visibilitasnya perlu apa enggak,” tambah Rahmat.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam melancarkan arus mudik, pengelola bandara juga memberikan kado khusus berupa keringanan biaya perjalanan. Insentif berupa potongan tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) atau airport tax resmi diberlakukan.

“Dari arahan pemerintah, kami sudah memberikan potongan airport tax dan subsidi dari bandara sendiri sudah memberikan mulai dari awal posko ini, kalau enggak salah 20 persen,” jelas Rahmat secara detail mengenai kebijakan tarif tersebut.

Di tengah kesiapan fasilitas, Rahmat menyelipkan pesan edukatif sekaligus cerita unik mengenai perilaku penumpang lokal. Ia mengimbau agar calon penumpang tetap menjaga kedisiplinan waktu keberangkatan dan tidak menyepelekan durasi check-in. Pasalnya, kedekatan lokasi bandara dengan tempat tinggal seringkali membuat penumpang terlena hingga akhirnya justru kehilangan jadwal terbang.

“Sudah tinggal di Kediri, masih ketinggalan pesawat. Karena kan pikir ah dekat ini, jadi ya santai-santai, ternyata ketinggalan pesawat. Hal-hal yang seperti itu biasanya,” pungkas Rahmat.

Untuk mengawal kelancaran aktivitas selama musim mudik, Bandara Dhoho telah menyiagakan Posko Lebaran yang beroperasi dari H-8 hingga H+10. Posko ini menjadi pusat koordinasi personel gabungan dari TNI, Polri, serta tim medis untuk memberikan respons cepat terhadap segala aduan maupun situasi darurat di area bandara. (*)

Penulis: Moch Abi Madyan