Kediri  

Kondisi Mengkhawatirkan, Pemkot Kediri Bersihkan Jembatan Brantas Lama

KEDIRI WartaTransparansi.com – Di tengah derasnya arus Sungai Brantas, sejumlah petugas berseragam lengkap turun ke air, memunguti satu per satu kayu dan bambu yang menyangkut di pilar Jembatan Brantas Lama. Bangunan berusia yang akan menginjak 157 tahun pada bulan Maret 2026 itu tak sekadar besi tua penyeberang sungai, melainkan saksi sejarah Kota Kediri yang nyaris terancam tumpukan sampah. Aksi cepat Pemerintah Kota Kediri membersihkan jembatan cagar budaya tersebut menjadi pengingat bahwa merawat warisan leluhur adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, menegaskan pembersihan dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap aset sejarah daerah.

“Seperti yang kita tahu jembatan tersebut sudah masuk cagar budaya. Jadi tujuan kami untuk menjaga aset kita supaya tidak terjadi bahaya akibat sampah yang menumpuk yang bisa mempengaruhi kekuatan konstruksi jembatan,” jelasnya, Rabu 18 Februari 2026.

Ia menerangkan, sampah yang menumpuk di bagian bawah jembatan didominasi material kayu dan bambu yang terbawa arus dari arah selatan melalui Sungai Brantas. Kondisi arus yang kotor memperbesar potensi sampah tersangkut di pilar jembatan.

Pembersihan dilakukan secara manual oleh tim gabungan dari BPBD, DPUPR, Perum Jasa Tirta (PJT), serta DLHKP. Petugas menggunakan alat bantu berupa besi panjang dan mesin pemotong senso untuk memotong material kayu yang menyangkut.

“Sebenarnya mau pakai alat besar tapi trouble, jadi PJT mengizinkan dipotong-potong dan dihanyutkan nanti di Bendungan Waru Turi akan dibersihkan karena alat besar stand by di sana,” ujarnya.

Selama proses pembersihan, faktor keselamatan menjadi prioritas. Petugas diwajibkan mengenakan pelampung dan dua perahu karet disiagakan di tepi sungai untuk mengantisipasi kemungkinan hanyut. Meski arus cukup deras, tim tetap bekerja dengan hati-hati.

Joko berharap langkah cepat Pemkot Kediri ini dapat memantik kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai. Menurutnya, peran warga sangat menentukan dalam mencegah tumpukan sampah kembali terjadi.

“Begitu kita bersihkan masyarakat jadi tahu budaya bersih untuk tanggap bencana muncul. Kalau dari Pemkot peduli maka masyarakat akan peduli juga,” tutupnya.

Sebagai informasi, Jembatan Lama Kediri yang diresmikan pada 18 Maret 1869 dikenal dengan nama Brug Over den Brantas te Kediri. Jembatan sepanjang sekitar 160 meter dengan lebar 5,8 meter ini dirancang insinyur Belanda, Sytze Westerbaan Muurling, dan menjadi salah satu konstruksi besi tertua di Pulau Jawa. Pada masa kolonial, jembatan tersebut merupakan bagian dari jalur strategis Groote Postweg yang menghubungkan berbagai wilayah di Jawa.

Kini, selain berfungsi sebagai penghubung wilayah barat dan timur Kota Kediri, keberadaan Jembatan Lama juga menjadi simbol warisan budaya yang memiliki nilai historis tinggi. Upaya pembersihan yang dilakukan Pemkot Kediri menjadi bagian dari komitmen menjaga kekuatan konstruksi sekaligus melestarikan ikon sejarah kota agar tetap berdiri kokoh bagi generasi mendatang.(*)

Penulis: Moch Abi Madyan