LISBON, WartaTransparansi.com – Mantan manajer Manchester United (MU) yang kini menukangi Benfica, Jose Mourinho, melontarkan kritik tajam terkait keputusan mantan klubnya menunjuk Michael Carrick sebagai manajer interim.
Mourinho menilai bahwa klub sebesar MU seharusnya dipimpin oleh sosok dengan rekam jejak yang sudah teruji, bukan pelatih yang masih minim pengalaman.
Penunjukan Carrick terjadi setelah manajemen Setan Merah mendepak Ruben Amorim awal bulan ini.
Meski Carrick merupakan mantan asisten Mourinho dan sukses membawa Middlesbrough ke babak play-off Championship, hal tersebut rupanya tidak cukup di mata pelatih berjuluk The Special One itu.
Berbicara usai laga Benfica melawan Juventus di Liga Champions, Rabu (21/1/2026), Mourinho tidak menyembunyikan keterkejutannya. Ia membandingkan kebijakan MU dengan klub-klub besar Italia.
“Bagi saya, adalah sebuah kejutan ketika pelatih tanpa sejarah dan tanpa hasil kerja nyata memiliki kesempatan untuk melatih tim-tim terpenting di dunia,” ujar Mourinho (62).
“Ketika Milan mengambil Allegri atau Juventus memilih Spalletti, itu tidak mengejutkan karena ada sejarah di sana,” tambahnya.
Pernyataan ini terasa ironis mengingat Carrick adalah sosok yang ditarik Mourinho masuk ke staf kepelatihan United pada 2018 setelah sang gelandang memutuskan pensiun.
Meski mendapat sindiran dari mantan bosnya, Michael Carrick memberikan respons terbaik melalui hasil di lapangan. Pada laga debutnya hari Sabtu (17/1/2026) lalu, MU tampil impresif dengan menumbangkan rival sekota, Manchester City, dengan skor 2-0.
Kemenangan tersebut tidak hanya membungkam kritik, tetapi juga menghidupkan kembali asa MU untuk finis di posisi lima besar musim ini. Namun, Carrick tetap rendah hati dan tidak ingin terbuai oleh satu hasil positif.
“Ini baru satu pertandingan. Sangat penting bagi kami untuk tidak berlebihan. Performa level ini harus menjadi hal yang biasa,” tegas pelatih berusia 44 tahun tersebut.
Ujian sesungguhnya bagi Carrick akan datang tengah pekan ini saat United bertandang ke markas pemuncak klasemen, Arsenal.
Carrick memiliki waktu hingga Mei mendatang untuk membuktikan kepada jajaran direksi bahwa dirinya layak mendapatkan kontrak permanen, sekaligus membuktikan bahwa teori Mourinho tentang “pengalaman” tidak selalu benar di era sepak bola modern. (fan)











