KEDIRI (WartaTransparansi.com) – DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri menutup rangkaian HUT ke-61 Partai Golkar dengan menggelar doa bersama dan santunan anak yatim, Jumat (5/12/2025) malam.
Acara yang berlangsung khidmat di kantor DPD Golkar itu menjadi wujud kepedulian partai terhadap kondisi bangsa yang dinilai tengah menghadapi banyak ujian, mulai bencana alam hingga menurunnya kepercayaan publik terhadap dunia politik nasional.
Kegiatan tersebut tidak hanya berisi doa bersama, tetapi juga pembacaan selawat dan penyerahan santunan kepada ratusan anak yatim. Bagi Golkar, santunan itu bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk tanggung jawab sosial partai kepada masyarakat.
“Doa anak yatim sangat mustajab. Kami berharap doa mereka bisa menguatkan ikhtiar kita dalam menjaga bangsa,” kata Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Timur, M. Hadi Setiawan atau Cak Hadi, Jumat 5 Desember 2026.
Sebagai Ketua DPD Golkar Kabupaten Kediri, Cak Hadi juga menegaskan bahwa pihaknya membuka donasi internal untuk kader dan pengurus. Awalnya, santunan dirancang hanya untuk 61 anak yatim-piatu sebagai simbol usia Partai Golkar. Namun antusiasme para kader membuat jumlah donasi meningkat tajam.
“Saya tidak menyangka donasi yang terkumpul melebihi target. Dari rencana 61 anak, hari ini kami dapat memberikan santunan kepada sekitar 104 anak yatim. Ini bukti perhatian dan kepedulian keluarga besar Golkar,” terangnya.
Santunan diberikan kepada anak-anak yatim dari lingkungan sekitar dan keluarga kader. Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, panitia melibatkan perangkat desa, termasuk RT dan RW. Keterlibatan masyarakat akar rumput dinilai penting agar kegiatan benar-benar menyentuh kelompok yang membutuhkan.
Pada kesempatan itu, Cak Hadi menegaskan bahwa HUT Golkar tahun ini tidak dirayakan dengan pesta meriah seperti sebelumnya. Golkar memilih membuat kegiatan bernuansa religius dan reflektif sebagai bentuk empati terhadap kondisi bangsa.
“Golkar adalah bagian dari masyarakat. Prinsip kita ‘Suara Rakyat Suara Golkar’. Saat ini rakyat sedang diuji dengan musibah alam dan ‘bencana demokrasi’, di mana kepercayaan publik terhadap politik dan DPR sempat menurun. Ini juga merupakan bencana yang harus kita renungkan bersama,” ujarnya.
Menurutnya, DPP Partai Golkar telah menginstruksikan seluruh pengurus di berbagai tingkatan untuk memperingati HUT ke-61 dengan doa bersama. Instruksi itu menjadi penegasan bahwa Golkar ingin mengajak masyarakat memohon keselamatan bagi Indonesia.
“Doa bersama ini kami lakukan untuk memohon pertolongan Allah SWT, rida serta keberkahannya, agar Bumi Pertiwi tetap terjaga. Kita ingin bangsa ini selamat dari segala musibah, fitnah, dan marabahaya yang mengancam persatuan dan kesatuan,” ungkap Cak Hadi.











