SURABAYA – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono memimpin Apel Gelar Pasukan Bantuan Kendali Operasi (BKO) untuk penanganan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Lapangan Mapolda Jatim, Rabu (21/10/2026). Pengerahan personel selama tujuh hari hingga 27 Oktober 2026 itu dilakukan untuk memperkuat pemadaman, mencegah meluasnya kebakaran, serta mengantisipasi munculnya titik api baru di wilayah Jawa Timur.
Berdasarkan hasil pemantauan, karhutla masih terpantau di sembilan wilayah di Jawa Timur. Meski jumlah titik kebakaran menurun dan sebagian berada dalam skala relatif kecil, kesiapsiagaan tetap diperkuat untuk mencegah kebakaran susulan selama musim kemarau.
Kapolda Jatim menegaskan, personel BKO tidak hanya bertugas memadamkan api, tetapi juga melakukan langkah pencegahan dan mendukung penegakan hukum terhadap dugaan pembakaran hutan maupun lahan yang memenuhi unsur pidana.
“Berdasarkan perkembangan situasi, masih terdapat beberapa titik api yang harus kita padamkan. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat memperkuat penanganan secara cepat dan tepat sasaran,” ujar Irjen Pol Dekananto.
Ia meminta jajaran melakukan pemetaan lokasi kebakaran secara akurat serta memperkuat koordinasi lintas sektor bersama BPBD, TNI, pemerintah daerah, dan unsur terkait lainnya. Penurunan jumlah titik api, menurut dia, tidak boleh mengurangi kesiapsiagaan karena potensi kebakaran baru masih ada selama musim kemarau.
“Sesuai arahan Bapak Presiden dan penekanan Bapak Kapolri, penanggulangan karhutla di Jawa Timur harus maksimal. Walau titik api berkurang, kita tidak boleh lengah karena potensi kebakaran baru masih sangat mungkin terjadi selama kemarau,” tegasnya.
Selain penanganan kebakaran, Kapolda Jatim menekankan pentingnya keselamatan dan kesehatan personel. Para komandan lapangan diminta memastikan kesiapan anggota serta memeriksa seluruh perlengkapan keselamatan sebelum personel memasuki area kebakaran.
Perkembangan situasi di setiap lokasi juga harus dilaporkan secara berkala sebagai bahan evaluasi dan penentuan langkah penanganan berikutnya. Penugasan pasukan BKO berlangsung hingga 27 Oktober 2026.
Setelah masa penugasan berakhir, Polda Jatim akan mengevaluasi perkembangan situasi untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan pergeseran personel atau penambahan kekuatan apabila diperlukan.
“Sebagaimana yang selalu saya ingatkan, polisi harus lebih merakyat, bersahabat, dan bermanfaat. Hari ini rekan-rekan melaksanakan tugas yang bermanfaat bagi masyarakat. Saya mengucapkan selamat bertugas, semoga Allah SWT memberikan kesehatan dan keselamatan kepada kita semua,” pungkas Irjen Pol Dekananto. (fri)







