banner 400x130

Musyafak Rouf: Pembangunan Jatim Harus Utamakan Pemerataan dan Kesejahteraan

Rapat Paripurna Istimewa DPRD Jawa Timur memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Senin (12/10/2026).

SURABAYA – Ketua DPRD Jawa Timur Musyafak Rouf menegaskan pembangunan daerah tidak boleh hanya berorientasi pada angka pertumbuhan ekonomi, tetapi harus disertai pemerataan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan.

Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Paripurna Istimewa memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Surabaya, Senin (12/10/2026).

Rapat paripurna yang mengusung tema “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan” tersebut dihadiri Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman sebagai pembicara kunci. Sejumlah tokoh turut hadir, mulai dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), mantan gubernur, hingga perwakilan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

Dalam sambutannya, Musyafak menyebut peringatan hari jadi provinsi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengevaluasi capaian pembangunan sekaligus memperkuat komitmen menghadapi tantangan ke depan.

“Peringatan Hari Jadi ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk merefleksikan capaian, mengevaluasi tantangan, serta memperkuat komitmen bersama menyongsong masa depan,” ujarnya.

Menurut Musyafak, keberhasilan pembangunan harus diukur dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Karena itu, kebijakan pemerintah daerah dan alokasi anggaran perlu diarahkan untuk membuka lapangan kerja, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, menekan angka kemiskinan, serta menjamin kesejahteraan petani dan nelayan.

Ia juga menyoroti pentingnya ketahanan pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan Jawa Timur. Dukungan terhadap sektor pertanian, menurutnya, harus diwujudkan melalui kebijakan dan anggaran yang lebih berpihak kepada petani.

Selain itu, penguatan sumber daya manusia (SDM) unggul menjadi perhatian DPRD Jatim. Musyafak mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui standar kelulusan yang terukur serta pengembangan pendidikan vokasi agar lulusan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.

Untuk memastikan pembangunan berjalan efektif, DPRD Jatim berkomitmen mengoptimalkan tiga fungsi utamanya, yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Melalui fungsi tersebut, DPRD akan mengawal pelaksanaan program pemerintah agar sesuai aturan, tepat sasaran, efisien, akuntabel, dan transparan.

Musyafak menegaskan, keberhasilan pembangunan membutuhkan kerja sama yang kuat antara DPRD dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Sinergi dan kemitraan antara DPRD dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur merupakan kunci keberhasilan pembangunan daerah,” katanya.

Ia berharap pembangunan Jawa Timur ke depan tidak hanya mengejar hasil jangka pendek, tetapi juga menjaga keseimbangan lingkungan dan menjamin kesejahteraan generasi mendatang.

(nda/min)