SURABAYA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Jawa Timur menjadi momentum untuk melihat perjalanan pembangunan sekaligus menaruh harapan bagi kesejahteraan masyarakat.
Dalam upacara yang digelar di halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (12/10/2026), apresiasi terhadap capaian pembangunan disampaikan Gubernur Jawa Timur periode 1998–2008, H. Imam Utomo S.
Mantan gubernur yang kini menjabat Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur tersebut hadir bersama sejumlah tokoh dan pejabat daerah.
Tampak hadir Paɗe Karwo (Soekarwo), anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Lalu para Pangkotama, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan organisasi keagamaan, organisasi kepemudaan, serta tokoh masyarakat.
Di sela peringatan tersebut, Imam Utomo menyampaikan ucapan selamat kepada Khofifah dan berharap Jawa Timur terus berkembang sebagai provinsi yang aman, damai, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
“Selamat dan sukses kepada Gubernur Jawa Timur Ibu Khofifah Indar Parawansa. Semoga ke depan Jawa Timur rakyatnya lebih sejahtera, damai, dan aman,” ungkap Imam Utomo.
Ia juga mengapresiasi sejumlah capaian pembangunan, terutama di bidang ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan investasi. Menurutnya, berbagai perkembangan tersebut sejalan dengan tema peringatan tahun ini, yakni “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan”.
Imam Utomo secara khusus menyoroti data penurunan angka kemiskinan yang disampaikan dalam pidato gubernur. Tingkat kemiskinan Jawa Timur hingga Maret 2026 tercatat sebesar 9,06 persen, turun dibandingkan 9,50 persen pada tahun sebelumnya. Sementara itu, tingkat kemiskinan ekstrem pada 2025 tercatat sebesar 0,29 persen.
Di bidang ketenagakerjaan, program Jatim Kerja turut menjadi perhatian. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur pada Mei 2026 tercatat sebesar 3,42 persen.
Bagi Imam Utomo, capaian tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan pembangunan Jawa Timur. Ia berharap berbagai upaya yang telah dilakukan dapat terus berlanjut sehingga manfaat pembangunan semakin dirasakan masyarakat. (*)







