banner 400x130

Ledakan di Pakuwon City, 5 Dilarikan ke Rumah Sakit, 41 Bangunan Terdampak

Ledakan terjadi di sebuah ruko di kompleks San Antonio, Pakuwon City, Jalan Kalisari Utara, Surabaya, Selasa (6/10/2026) pagi.

SURABAYA – Ledakan terjadi di sebuah ruko di kompleks San Antonio, Pakuwon City, Jalan Kalisari Utara, Surabaya, Selasa (6/10/2026). Lima orang terluka diralikan ke rumah sakit dan sekitar 41 bangunan terdampak, termasuk rumah warga di sekitar lokasi kejadian.

Command Center 112 Surabaya menerima laporan kejadian sekitar pukul 07.11 WIB. Tim gabungan kemudian menuju lokasi untuk melakukan evakuasi, pengamanan dan sterilisasi area guna mencegah potensi insiden susulan.

Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, M Rokhim, mengatakan lima korban luka telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Haji Surabaya. Tim Inafis dan Jibom Gegana Polda Jawa Timur juga melakukan identifikasi serta pemeriksaan di lokasi.

Salah seorang saksi, Tito, yang berada sekitar 10 meter dari lokasi kejadian, mengatakan mendengar suara gemuruh keras disusul bunyi denging sekitar pukul 07.03 WIB. Saat itu, dia tidak melihat tanda-tanda sebelum ledakan terjadi.

“Langsung ada suara gemuruh, terus denging. Hentakannya sampai ke pohon-pohon di belakang. Kami pikir seperti ada yang jatuh dari atas,” katanya saat ditemui di lokasi.

Ledakan membuat situasi panik. Kaca Ruko Yat Yee Sam atau Bakmi Karet tempat Tito bekerja pecah, sedangkan material bangunan seperti seng berjatuhan di sekitar lokasi. Tiga karyawan Depot Nasi Tempong Sri kemudian berlari meminta pertolongan dalam kondisi terluka.

“Minta tolong, Mas panggil ambulans, ini minta air, Mas, karena ada luka bakar juga,” ujar Tito.

Tito bersama rekan-rekannya kemudian membantu para korban sambil menunggu petugas medis tiba. Lima korban yang terluka terdiri atas empat laki-laki dan satu perempuan dan telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Haji Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan ledakan berdampak pada sekitar 41 bangunan di kawasan tersebut. Bangunan terdampak berada di sisi kanan, kiri dan depan tempat kejadian perkara, termasuk sejumlah rumah warga.

“Kurang lebih ada 41 bangunan yang terdampak, baik yang berada di kanan, kiri maupun di depan TKP,” kata Luthfie.

Hasil pemeriksaan awal Tim Inafis dan Jibom Gegana Polda Jawa Timur mengarah pada dugaan kebocoran gas dari sistem penyaluran LPG. Polisi menemukan tiga tabung LPG di dalam rumah makan, terdiri atas dua tabung berwarna oranye dan satu berwarna putih.

Luthfie menegaskan tabung LPG tersebut tidak meledak. Ledakan diduga dipicu kebocoran pada selang atau saluran pipa yang kemudian memicu ledakan. Polisi juga menyatakan tidak menemukan bahan peledak di lokasi kejadian.

“Tabungnya tidak meledak. Ledakan diduga akibat kebocoran pada saluran pipanya. Saat ini tidak ditemukan adanya bahan peledak di TKP,” jelasnya.

Selain bangunan, ledakan merusak sejumlah kendaraan di sekitar lokasi. Data sementara mencatat empat mobil, satu truk dan tujuh sepeda motor mengalami kerusakan. (fri)

Editor: Wetly