banner 400x130

HIMMAPIK UMSIDA Ubah Sampah Menjadi Paving Block dan Pupuk

SIDOARJO – Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (HIMMAPIK) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) berhasil menuntaskan program pengabdian nasional di luar daerah. Melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), mereka menghadirkan inovasi pengelolaan sampah berbasis teknologi tepat guna di Desa Kesiman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Program tersebut menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa UMSIDA dalam menjawab persoalan lingkungan sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.

Dalam pelaksanaannya, HIMMAPIK UMSIDA mengembangkan dua inovasi utama. Sampah organik dikelola melalui budidaya maggot yang menghasilkan pupuk kasgot. Sementara sampah anorganik diolah menggunakan insinerator, dengan abu hasil pembakaran kemudian dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan paving block.

Ketua Tim Pelaksana PPK Ormawa HIMMAPIK UMSIDA, Risqi Amirulloh, menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya berorientasi pada penerapan teknologi, tetapi juga pemberdayaan masyarakat.

Selama program berlangsung, tim HIMMAPIK aktif melibatkan masyarakat, pelaku UMKM, hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pelibatan tersebut dilakukan agar inovasi yang diterapkan dapat terus berjalan dan memberikan manfaat setelah program mahasiswa berakhir.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, HIMMAPIK UMSIDA secara resmi menyerahkan Berita Acara Serah Terima Produk kepada BUMDes Desa Kesiman. Produk yang diserahkan berupa satu unit insinerator dan kandang kasgot.

Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari pihak kampus. Hadir dalam kegiatan itu Kaprodi Administrasi Publik UMSIDA Ilmi Usrotin Choiriyah, Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni UMSIDA Arif Senja Fitrani, serta dosen pembimbing Widyastuti.

Kepala Desa Kesiman, Helmi Affandi, mengapresiasi inovasi yang dibawa mahasiswa UMSIDA tersebut. Menurutnya, program pengelolaan sampah yang dikembangkan mahasiswa dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus membantu desa menangani persoalan lingkungan.

Apresiasi serupa disampaikan Samsul Hadi, Kepala Dusun Kemlagi. Ia menilai inovasi tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mengurangi timbunan sampah di wilayah desa.

Selain menyerahkan produk pengolahan sampah, HIMMAPIK UMSIDA juga memberikan penghargaan Local Hero kepada sejumlah aktor lokal Desa Kesiman yang dinilai aktif mendukung program. Penghargaan diberikan kepada unsur BUMDes, pelaku UMKM, kepala dusun, hingga Ketua TPS3R.

Meski program PPK Ormawa secara resmi telah berakhir, HIMMAPIK UMSIDA berharap kolaborasi bersama masyarakat Desa Kesiman dapat terus berlanjut.

Produk pupuk kasgot yang telah dibagikan kepada warga diharapkan menjadi salah satu langkah awal untuk mengembangkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat secara berkelanjutan.

Dengan demikian, program yang dirintis mahasiswa UMSIDA tidak berhenti sebagai kegiatan pengabdian, tetapi dapat berkembang menjadi sistem pengelolaan sampah yang memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat Desa Kesiman. (*)

Penulis: Djoko Tetuko