banner 400x130

Phillipe Bawono Juara Tunggal Putra U16, Tampil Agresif di Final ITF Widjojo Soejono 2026

SURABAYA — Petenis belia asal Jakarta, Phillipe Bawono, tampil impresif pada final nomor tunggal putra U16 ITF Widjojo Soejono 2026 yang berlangsung di Lapangan Tenis Kodam V/Brawijaya, Surabaya, Sabtu (3/10/2026).

Menghadapi Revano Rhodez Rama, Phillipe tampil agresif sejak awal pertandingan. Petenis berusia 15 tahun itu mampu mengendalikan permainan dan menyudahi perlawanan Revano dalam dua set langsung dengan skor 6-2, 6-1.

Gelar juara tersebut terasa istimewa bagi Phillipe. Pasalnya, keberhasilan kali ini sekaligus mengakhiri penantiannya setelah cukup lama tidak merasakan gelar juara di nomor tunggal.

“Tahun lalu saya kalah di semifinal saat main single. Tapi di nomor double-nya saya juara,” ungkap Phillipe seusai pertandingan.

Menurut Phillipe, keberaniannya untuk bermain lebih menekan menjadi salah satu faktor penting di balik kemenangan tersebut. Ia berusaha mengambil inisiatif permainan sekaligus meminimalkan kesalahan sendiri agar lawan tidak memiliki banyak kesempatan untuk mengembangkan permainan.

“Saya bikin dia tidak nyaman lewat tekanan demi tekanan yang saya berikan,” terangnya.

Strategi tersebut terbukti efektif. Revano beberapa kali melakukan kesalahan sendiri dan terlihat kesulitan keluar dari tekanan yang terus diberikan Phillipe. Pukulan-pukulan agresif serta sergapan yang dilancarkan petenis Jakarta itu membuat jalannya pertandingan lebih banyak berada dalam kendalinya.

Meski mampu memenangkan pertandingan dengan skor cukup meyakinkan, Phillipe mengakui dirinya sempat menghadapi kesulitan pada awal set pertama. Keunggulan yang berhasil diraih sejak awal belum membuatnya bermain sepenuhnya nyaman.

“Saya sempat kesulitan di awal set pertama. Meski sejak awal saya memegang keunggulan, pukulan-pukulan keras Revano bikin saya kewalahan,” ujar Phillipe.

Setelah mampu mengatasi tekanan tersebut, Phillipe perlahan menemukan ritme permainannya. Ia semakin percaya diri dalam melancarkan serangan hingga akhirnya mampu memperlebar jarak dan mengamankan set pertama 6-2.

Memasuki set kedua, permainan Phillipe semakin solid. Sebaliknya, Revano semakin kesulitan mengimbangi tempo permainan lawannya. Phillipe pun tidak menyia-nyiakan momentum untuk terus menekan hingga menutup pertandingan dengan kemenangan 6-1.

Menariknya, Phillipe mengaku tidak memasang target terlalu tinggi ketika pertama kali mengikuti turnamen tersebut. Ia hanya ingin melewati setiap pertandingan satu demi satu tanpa terbebani ambisi untuk menjadi juara.

Karena itu, keberhasilannya mengangkat trofi juara menjadi sesuatu yang tidak sepenuhnya ia duga sejak awal.

“Saya sendiri tidak menduga kalau bisa menjuarai turnamen ini. Sebab, dari awal ikut kejuaraan ini, saya hanya ingin bermain sebaik mungkin di setiap pertandingan,” tutup Phillipe.

Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi Phillipe untuk terus mengembangkan permainannya. Dengan usia yang masih 15 tahun, konsistensi bertanding dan keberanian menghadapi tekanan menjadi bagian penting dalam prosesnya membangun karier di level junior. (*)

Penulis: Fahrizal Arnas