banner 400x130

Sarmuji Tegaskan Industri Jadi Tumpuan Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Menteri Perindustrian M. Sarmuji

JAKARTA – Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menegaskan sektor industri menjadi salah satu tumpuan utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja nasional.

Hal itu disampaikan Sarmuji dalam serah terima jabatan Menteri Perindustrian dari Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Jumat (2/10). Sehari sebelumnya, Sarmuji dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Perindustrian di Istana Negara, Jakarta.

“Kita semua tahu bahwa sektor industri adalah sektor yang sangat vital bagi republik ini. Sektor industri adalah tumpuan dan harapan agar kita bisa melakukan leverage bagi pertumbuhan ekonomi dan juga menjadi daya ungkit bagi penyerapan tenaga kerja,” kata Sarmuji.

Menurutnya, sektor industri memiliki posisi strategis dalam pembangunan nasional karena berkaitan langsung dengan pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sarmuji meminta jajaran Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melanjutkan berbagai program yang telah dirintis sebelumnya. Ia menyampaikan apresiasi kepada Agus Gumiwang Kartasasmita yang dinilai telah meletakkan fondasi bagi penguatan sektor industri.

“Apa yang sudah dirintis oleh Pak Agus Gumiwang sebagai Menteri tentu harus kita lanjutkan. Kita akan teruskan apa-apa yang sudah dicapai dan apa yang sudah diletakkan akan kita perkuat kembali,” ujarnya.

Namun, kesinambungan program tersebut, kata Sarmuji, harus diikuti dengan keberanian menghadirkan terobosan baru. Ia mengajak jajaran Kemenperin tidak hanya berfokus pada persoalan, tetapi juga mampu melihat peluang yang dapat memperkuat industri nasional.

“Kita harus memiliki mimpi-mimpi besar di Kementerian ini. Kita harus membaca setiap peluang untuk meningkatkan sektor industri ini menjadi tumpuan bagi pembangunan kita,” katanya.

Untuk mencapai target tersebut, Sarmuji menekankan pentingnya kolaborasi dengan asosiasi, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Komunikasi dengan dunia industri dinilai penting agar kebijakan pemerintah dapat merespons kebutuhan dan tantangan sektor industri.

Di internal Kemenperin, Sarmuji juga mendorong terciptanya budaya kerja yang terbuka. Ia meminta jajaran pejabat tidak sungkan menyampaikan kritik, masukan, maupun saran terhadap kebijakan kementerian.

Ia juga optimistis dapat membangun kerja sama yang solid dengan Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza. Soliditas internal dan kolaborasi eksternal, menurutnya, menjadi bagian penting untuk menghadapi tantangan pembangunan industri.

“Kita bisa membangun tim yang lebih solid dan bisa bekerja sama. Saya juga meminta dukungan seluruh hadirin dan asosiasi industri. Sangat penting bagi kita untuk berkolaborasi,” pungkasnya.

(din/min)