banner 400x130

Kontrak Diduga Belum Tuntas, Mojosemi Forest Park Kembali Beroperasi

Ket photo : Wisata Alam Mojosemi forest Park Di lereng Gunung Lawu

MAGETAN – Dugaan polemik terkait pengelolaan Mojosemi Forest Park di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Magetan, kembali mencuat. Destinasi wisata tersebut diketahui telah kembali beroperasi, meski proses perpanjangan kerja sama pengelolaannya dengan PT Palawi Risorsis, anak perusahaan Perum Perhutani, disebut belum sepenuhnya selesai.

Kontrak kerja sama pengelolaan Mojosemi Forest Park sebelumnya diketahui berakhir pada Januari 2026. Namun, berdasarkan pantauan di lapangan, aktivitas wisata telah berjalan seperti biasa. Pengunjung terlihat datang dan terdapat aktivitas penjualan tiket masuk maupun karcis parkir.

Wakil Administratur KSKPH Lereng Lawu Wilis KPH Lawu, Hermawan, menjelaskan bahwa mekanisme pengelolaan Mojosemi berbeda dengan sejumlah destinasi wisata yang bekerja sama langsung dengan Perhutani.

“Kontrak dilakukan dengan PT Palawi Risorsis. Mojosemi Forest Park berbeda dengan Geni Langit. Kontrak kerja samanya dengan PT Palawi Risorsis, anak perusahaan dari Perum Perhutani,” kata Hermawan.

Menurut Hermawan, pengelolaan Mojosemi tidak berada dalam skema kerja sama langsung antara pengelola wisata dengan Perhutani. Pengelolaan destinasi tersebut berada di bawah PT Palawi Risorsis.

Sementara itu, seorang petugas PT Palawi Risorsis yang berkantor di Surabaya mengaku terkejut ketika mendapat informasi bahwa Mojosemi Forest Park telah beroperasi.

“Loh? Seharusnya belum, soalnya di saya tidak ada konfirmasi dari bawahan saya. Terima kasih informasinya,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon.

Ia menjelaskan bahwa secara administrasi prosesnya disebut telah terpenuhi. Namun, operasional wisata disebut belum dimulai karena masih menunggu seluruh proses selesai.

“Untuk admin sudah terpenuhi, namun untuk operasi juga belum dimulai sembari menunggu semuanya beres,” jelasnya.

Menurutnya, perpanjangan kontrak berikutnya direncanakan berlaku hingga 2030. Penandatanganan kontrak akan dilakukan setelah seluruh proses administrasi dinyatakan lengkap.

“Insyaallah secepatnya akan tanda tangan kontrak jika administrasinya sudah terpenuhi,” ujarnya.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan karena di lapangan Mojosemi Forest Park justru telah terlihat beroperasi dan melayani pengunjung. Kondisi ini juga memunculkan dugaan adanya ketidaksesuaian antara proses administrasi kerja sama dengan aktivitas operasional di lokasi.

Hermawan kembali menegaskan bahwa status Mojosemi tidak dapat disamakan dengan wisata Geni Langit.

“Kalau Mojosemi masih belum ada proses karena berbeda. Mojosemi tidak dengan Perhutani langsung, tapi dengan PT Palawi Risorsis,” terangnya.

Geni Langit Masih Tunggu Tahapan Perpanjangan
Berbeda dengan Mojosemi, proses perpanjangan kerja sama wisata Geni Langit disebut masih berjalan melalui mekanisme Perhutani.

Hermawan mengatakan seluruh administrasi Geni Langit telah dipenuhi dan pengajuan perpanjangan kerja sama sudah masuk dalam proses di Surabaya. Saat ini, pihaknya tinggal menunggu surat keputusan untuk melanjutkan tahapan penandatanganan perjanjian kerja sama.

“Kalau wisata Geni Langit sudah daftar proses di Surabaya. Tinggal menunggu SKK untuk perpanjangan dan kelanjutan kerja sama,” jelasnya.

Ia menambahkan, administrasi Geni Langit telah dinyatakan selesai. Tahapan berikutnya tinggal menunggu surat kuasa khusus sebagai dasar proses penandatanganan perjanjian kerja sama.

“Administrasinya sudah terpenuhi. Tinggal menunggu surat kuasa khusus untuk penandatanganan perjanjian kerja sama. Kalau Geni Langit prosesnya sudah selesai,” ujarnya.

Dengan demikian, mekanisme administrasi kedua destinasi tersebut berbeda. Geni Langit masih menjalani tahapan perpanjangan melalui Perhutani, sedangkan Mojosemi berada dalam mekanisme pengelolaan PT Palawi Risorsis.

Sementara itu, saat media mendatangi lokasi Mojosemi Forest Park, manager maupun owner tidak berada di tempat. Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon juga belum mendapat respons.

Di lokasi, media hanya menemui dua petugas parkir. Salah seorang petugas mengatakan bahwa kedua pimpinan tersebut jarang datang ke lokasi.

“Kedua pimpinan jarang datang ke sini,” katanya singkat.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh penjelasan langsung dari pihak manajemen Mojosemi Forest Park terkait dasar operasional destinasi wisata tersebut di tengah proses perpanjangan kerja sama yang disebut belum selesai.b (*)

Penulis: Rudy Ardi