BALI – Kontingen Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Jawa Timur masih kokoh di puncak klasemen sementara Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Arung Jeram 2026. Namun, posisi tersebut belum sepenuhnya aman karena persaingan masih akan ditentukan pada nomor Down River Race (DRR) yang menjadi perlombaan penutup, Senin (28/9/2026).
Bertanding di Sungai Ayung, Bali, para atlet Jatim sejauh ini tampil konsisten. Hingga berakhirnya perlombaan hari ketiga, Minggu (27/9/2026), Jatim telah mengumpulkan 8 medali emas, 3 perak, dan 6 perunggu.
Tambahan enam medali diraih Jatim pada hari ketiga. Tiga di antaranya berupa emas yang masing-masing disumbangkan divisi U19 putra, U19 putri, dan U23 putra. Sementara satu medali perak diraih divisi senior putra dan putri, serta satu perunggu dari U23 putri.
Sekretaris Umum FAJI Jawa Timur, Alfan Impriadi, mengatakan perjuangan kontingen Jatim belum selesai. Sebab, seluruh divisi masih akan tampil pada nomor DRR di hari terakhir.
“Hari ini merupakan hari terakhir Kejurnas Arung Jeram 2026. Kontingen Jatim masih berpeluang meraup pundi-pundi medali untuk menambah koleksi medali FAJI Jatim,” ujar Alfan, Senin (28/9/2026) pagi.
Nomor DRR menjadi tantangan tersendiri bagi para atlet. Berbeda dengan nomor yang mengandalkan kecepatan dalam lintasan lebih pendek, DRR menuntut kemampuan tim menjaga ritme dan konsistensi saat menempuh jarak sekitar 3.000 hingga 5.000 meter.
Selain stamina, strategi dan kemampuan membaca kondisi sungai menjadi faktor penting. Setiap divisi juga memiliki kesempatan untuk memperebutkan medali emas, perak, dan perunggu pada nomor tersebut.
Alfan menyebut peluang Jatim untuk kembali menambah medali masih terbuka, terutama dari kelompok usia U19 dan U23. Ia berharap performa para atlet pada nomor penutup mampu menjaga posisi Jatim di puncak klasemen.
“Semoga di hari terakhir, nomor DRR bisa tetap mempertahankan posisi Jatim. Point-nya juga paling besar dibandingkan nomor-nomor sebelumnya,” katanya.
Dengan koleksi sementara 8 emas, 3 perak, dan 6 perunggu, Jatim masih berada di posisi pertama klasemen. Jawa Barat menjadi salah satu kontingen yang terus membayangi persaingan di papan atas.
Bagi FAJI Jatim, pencapaian di Bali bukan sekadar soal tambahan medali. Kejurnas 2026 juga menjadi bagian dari proses evaluasi dan pembinaan atlet untuk menghadapi agenda yang lebih besar, termasuk persiapan menuju Babak Kualifikasi (BK) PON 2027.
Alfan mengingatkan para atlet agar tidak terlena dengan capaian sementara. Menurutnya, prestasi di tingkat kejurnas harus menjadi pijakan untuk meningkatkan kemampuan menghadapi persaingan berikutnya.
“Keberhasilan di kejurnas tahun ini bisa menjadi modal berharga dalam mempersiapkan diri menuju BK PON 2027. Jangan dulu berpuas diri karena tantangan yang sesungguhnya masih menanti,” pungkasnya. (*)







