banner 400x130
Kediri  

LDII Mojoroto Kota Kediri Gelar Cek Kesehatan Gratis, Sasar 200 Warga

Cek kesehatan gratis LDII Mojoroto Kota Kediri menyasar warga dan santri.
Petugas melakukan pemeriksaan kesehatan kepada warga dalam kegiatan cek kesehatan gratis yang digelar PC LDII Kecamatan Mojoroto di Pondok Pesantren Nurul Hakim, Bandar Kidul, Kota Kediri. (Foto: Moch Abi Madyan).

KEDIRI WartaTransparansi.com – Pimpinan Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, menggelar pemeriksaan kesehatan gratis di Pondok Pesantren Nurul Hakim, Jalan Bandar Kidul II No. 38, Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Minggu (13/9/2026).

Kegiatan tersebut menyasar sekitar 200 warga dan santri sebagai bagian dari gerakan cek kesehatan serentak se-Jawa Timur.

Pelaksanaan pemeriksaan di wilayah Mojoroto menjadi bagian dari kegiatan sosial yang digelar serentak di tiga lokasi pondok pesantren LDII di Kota Kediri. Kegiatan tersebut merupakan instruksi dari DPW LDII Jawa Timur sekaligus bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui layanan kesehatan.

Ketua PC LDII Kecamatan Mojoroto, Budianto, mengatakan kegiatan tersebut terbuka bagi masyarakat umum, tidak terbatas bagi warga LDII. Warga sekitar pondok pesantren, terutama RT 01 dan RT 03 Kelurahan Bandar Kidul, juga dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis.

“Hari ini kita mengadakan kegiatan serentak se-Jawa Timur, yaitu gerakan cek kesehatan gratis mengikuti instruksi dari DPW LDII Jawa Timur. Untuk wilayah PC Mojoroto, target kami sekitar 200 orang yang diperiksa,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Untuk memberikan pelayanan kepada peserta, sebanyak dua tim medis yang terdiri atas 12 tenaga kesehatan diterjunkan. Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara LDII, Dinas Kesehatan Kota Kediri, dan Puskesmas Campurejo.

Pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu upaya untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat sejak dini. Selain itu, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membantu menemukan indikasi penyakit tidak menular yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

“Kolaborasi kami dengan Puskesmas Campurejo berjalan rutin, mulai dari inspeksi sanitasi pondok hingga edukasi Germas kepada para santri,” jelasnya.

Perwakilan Dinas Kesehatan Kota Kediri, Nana Mahmudah, mengatakan kegiatan pemeriksaan kesehatan serentak tersebut merupakan bagian dari gerakan yang dilaksanakan di berbagai wilayah Jawa Timur. Di Kota Kediri, pelaksanaannya dibagi dalam tiga wilayah, yakni Santren, Kota, dan Mojoroto dengan pusat kegiatan berada di Klesek.

“Target total peserta mencapai 1.700 lansia. Rinciannya, wilayah barat ditargetkan 200 orang, wilayah tengah 500 orang, dan wilayah timur di Klesek sebanyak 1.000 orang,” paparnya.

Petugas medis memeriksa tekanan darah peserta cek kesehatan gratis LDII Mojoroto.
Petugas medis memeriksa tekanan darah peserta dalam kegiatan cek kesehatan gratis yang digelar PC LDII Kecamatan Mojoroto bersama tenaga kesehatan di Pondok Pesantren Nurul Hakim, Bandar Kidul, Kota Kediri. (Foto: Moch Abi Madyan).

Pemeriksaan meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tekanan darah, serta pemeriksaan kadar gula darah dan kolesterol. Peserta yang ditemukan memiliki tekanan darah atau kadar gula tinggi diarahkan mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan lanjutan di Puskesmas.

“Jika ada yang gula darah atau tensinya tinggi, langsung kita rekomendasikan ke Puskesmas untuk pengobatan rutin. Untuk warga ber-KTP Kota Kediri maupun peserta BPJS Kesehatan, seluruh pengobatan di Puskesmas dipastikan gratis,” urai Nana.

Sementara itu bagi warga lansia, pemeriksaan berkala menjadi layanan yang dirasakan langsung manfaatnya. Sumarni, 70, warga RT 03/RW 01 Bandar Kidul, mengaku telah lebih dari 10 kali mengikuti pemeriksaan kesehatan saat kegiatan pengajian lansia di pondok pesantren.

“Kalau ada pengajian lansia di pondok, saya pasti didata untuk ikut cek kesehatan. Sudah lebih dari 10 kali saya ikut,” ujar Sumarni.

Ia mengatakan pemeriksaan rutin membantunya memantau tekanan darah dan kadar gula. Menurut dia, kadar gula darahnya yang pernah mencapai 300 kini lebih terkontrol setelah rutin melakukan pemeriksaan.

“Alhamdulillah sekarang kadar gula darah saya normal di kisaran 100 sampai 130. Beberapa tahun lalu sempat menyentuh angka 300, tapi karena rutin kontrol akhirnya stabil dan terjaga,” tutupnya.(*)

Penulis: Moch Abi Madyan