JEMBER – Untuk lakukan percepatan pembangunan Bupati Jember, Gus Fawait lakukan penyegaran di jajaran OPD Pemkab Jember, Jum’at (28/6/2026) malam,di Pendopo Wahyawibawgraha.
Dalam giat tersebut ada sekitar 47 pejabat yang dilantik dan mendapat amanah dari Bupati Jember Muhammad Fawaid.
Penyegaran tersebut di lakukan Bupati Fawait untuk mendorong jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember untuk meningkatkan kecepatan kerja dan mengejar target pembangunan yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Bupati menilai kinerja ASN selama enam bulan terakhir sudah dan menunjukkan perkembangan positif. Namun demikian capaian tersebut dinilai masih perlu dipercepat agar target pembangunan dapat direalisasikan lebih optimal.
“Sekarang sudah bagus, enam bulan ke depan saya ingin lebih cepat lagi,” ujarnya
Bersama seluruh ASN telah memberikan keyakinan terhadap jalannya pemerintahan. Pergantian maupun penyempurnaan dalam pemerintahan, kata dia, harus menjadi momentum untuk meningkatkan efektivitas kerja,ucapnya
Masih Gus Fawait,kami menargetkan berbagai janji politik dan program yang telah masuk dalam RPJMD dapat direalisasikan sebelum masa lima tahun pemerintahan berakhir.
Ia mencontohkan sektor kesehatan yang menurutnya telah berkembang melampaui target awal.
“Jika pada awalnya program kesehatan difokuskan pada penggratisan pelayanan kesehatan, kini Pemkab Jember telah mengembangkan layanan Home Care bagi masyarakat yang membutuhkan,urainya
Di awal kan hanya janji politik dan masuk RPJMD itu hanya menggratiskan masalah pelayanan kesehatan. Hari ini malah ada Home Care dan nanti masih ada yang lainnya,” tuturnya
Sedangkan sektor lain juga mulai menunjukkan perkembangan, termasuk aktivitas Bandara Notohadinegoro dan program beasiswa.
Untuk beasiswa, ia menyebut realisasi tahun ini telah mencapai lebih dari 50 persen dari target yang ditetapkan.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait juga mengapresiasi komunikasi politik antara eksekutif dan legislatif Jember yang dinilainya berjalan baik.
Menurutnya, komunikasi yang sehat antara Pemkab Jember dan DPRD menjadi salah satu faktor yang membuat berbagai persoalan pemerintahan dapat diselesaikan.
Ia mengakui dinamika dan perbedaan pendapat tetap terjadi. Namun, hal tersebut dianggap sebagai bagian yang wajar dalam proses demokrasi.
“Soal ada riak-riak dinamika biasa. Kalau enggak ada riak-riak dan dinamika sama sekali, pokoknya bukan demokrasi,” ujarnya.
Di era Bupati Fawait Pemkab Jember terbuka terhadap kritik dan masukan dari DPRD sepanjang disampaikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Ia menilai DPRD memang memiliki fungsi memberikan masukan dan pengawasan terhadap eksekutif.(ADV)







