banner 400x130

Di Arena Muktamar ke-35, NU Scholarship Konsolidasikan Beasiswa

JOMBANG – Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama NU Online Institute dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI meluncurkan program NU Scholarship untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan kaderisasi Nahdlatul Ulama.

Peluncuran tersebut dikemas dalam Talkshow bertajuk Membangun Sumber Daya Unggul, Pendidikan, Vokasi dan Kaderisasi NU yang berlangsung di Mushola Ahmad Yunus, kawasan Muktamar ke-35 NU, Jombang, Jumat (28/8/2026) siang.

Sekretaris Lakpesdam PBNU, Ulfi Ulfiah, mengatakan NU Scholarship hadir untuk mengonsolidasikan berbagai program beasiswa yang sebelumnya masih tersebar di sejumlah lembaga dan badan di lingkungan NU.

“Sekarang beasiswa sudah dikonsolidasikan di NU Scholarship, dulu masih tercecer. Hari ini kita diskusi tentang bagaimana membuat ekosistem untuk mengelola sumber daya manusia (SDM) NU,” kata Ulfi kepada NU Online.

Menurut dia, NU Scholarship tidak hanya menyediakan akses beasiswa pendidikan formal jenjang S1, S2, dan S3 di dalam maupun luar negeri. Program tersebut juga mencakup pendidikan vokasi yang diarahkan untuk meningkatkan keterampilan dan kesiapan kerja kader NU.

“Untuk vokasi ada tim khusus serta bekerja sama dengan Konfederasi Serikat Buruh Muslimin Indonesia (K-Sarbumusi) untuk melatih kader NU agar memiliki keterampilan kerja yang tinggi,” ujarnya.

Selain pendidikan akademik dan vokasi, NU Scholarship juga memiliki program Beasiswa Peradaban. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa dari luar negeri untuk menempuh pendidikan di Indonesia.

Ulfi menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari upaya Lakpesdam PBNU untuk membangun jaringan dan menyiapkan calon pemimpin dunia yang memiliki pengalaman belajar di Indonesia.

Menurutnya, Indonesia memiliki pengalaman penting dalam membangun kehidupan berbangsa yang mampu mengharmoniskan agama dan negara. Pengalaman tersebut dinilai layak menjadi praktik baik yang dapat dibagikan kepada masyarakat internasional.

“Karena Indonesia sebagai negara mayoritas Muslim yang relatif berhasil mengharmoniskan agama dan negara,” katanya.

Ia menilai Indonesia memiliki modal sosial yang kuat karena mampu mengakomodasi keberagaman agama, nilai, tradisi, dan budaya.

“Indonesia berhasil mengakomodasi beragam agama, nilai, tradisi, budaya. Oleh karena itu Indonesia sangat layak dijadikan percontohan,” ungkapnya.

Ulfi mengatakan Lakpesdam PBNU juga memetakan sejumlah negara Islam berdasarkan kondisi sosial dan ekonominya. Di antaranya negara yang menghadapi konflik dan negara yang masih mengalami persoalan kemiskinan.

Menurut dia, kemiskinan bukan semata-mata takdir, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan suatu negara dalam mengelola sumber daya yang dimiliki. Karena itu, peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu kunci dalam upaya mengentaskan kemiskinan. “Kalau ingin mengentaskan kemiskinan harus menyiapkan SDM,” tegasnya.

Ke depan, NU Scholarship juga diarahkan untuk memperluas jejaring beasiswa dengan negara-negara Islam yang memiliki pengaruh besar di dunia. Program tersebut ditargetkan mulai dikembangkan pada tahun depan. “Kemudian ada beasiswa dari negara Islam corong dunia. Insyaallah untuk yang ini tahun depan,” pungkasnya.

(gus/ais)