banner 400x130

Muswil IKAPETE Jatim: Tegas Tolak Politik Uang, Dukung Gus Kikin & Perkuat Persatuan NU

JOMBANG – Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng (PW IKAPETE) Jawa Timur menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) di lingkungan Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang pada Jumat (28/8/2026). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah strategis dan matang dalam menyambut perhelatan akbar Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35.

Ketua PW IKAPETE Jawa Timur, KH. Roisudin Bakri, menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi momen penting untuk mengembalikan marwah dan jati diri organisasi kembali ke khittah atau dasar perjuangan asli yang dirintis oleh pendiri NU, Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari. Dalam forum tersebut, para peserta menyatukan pandangan dan menetapkan empat sikap pokok yang menjadi pedoman bersama.

Pertama, secara tegas menolak segala bentuk praktik politik uang atau transaksional, demi menjaga kehormatan ulama serta menjamin keaslian dan kewibawaan kepemimpinan yang akan lahir. Kedua, bertekad kembali sepenuhnya ke jati diri dan kemandirian NU, mengakhiri perpecahan atau perpecahan kelompok, serta memusatkan seluruh kekuatan untuk pelayanan umat, penguatan ekonomi rakyat, dan kemajuan dunia pesantren.

Ketiga, para alumni menyatakan dukungan bulat dan penuh kepercayaan kepada KH. Abdul Hakim Mahfudz—yang akrab disapa Gus Kikin—untuk diusung menjadi pemimpin di jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Sosok ini dinilai memiliki rekam jejak yang terbukti mampu merajut persatuan saat memimpin PWNU Jawa Timur, matang secara moral, serta berpandangan jauh ke depan dan luas wawasannya.

Keempat, forum mengusulkan agar Muktamar ini dijadikan titik tolak rekonsiliasi menyeluruh atau islah penuh, guna merajut kembali kebersamaan antar‑kyai dan seluruh keluarga besar Nahdliyin tanpa terkecuali.

“Kyai Romo Kikin terbukti mampu menyatukan kekuatan saat memimpin di Jawa Timur. Beliau sosok yang tenang, berwibawa, serta memiliki kematangan moral dan pandangan yang luas,” terang KH. Roisudin Bakri menjelaskan alasan pemilihan figur tersebut.

Pimpinan mengharapkan seluruh jaringan alumni Tebuireng di berbagai daerah hadir dan berkiprah aktif menjaga ketertiban serta kelancaran proses hingga penutupan nanti. Rangkaian Muktamar ke‑35 ini akan berlangsung sepenuhnya pada tanggal 27 hingga 31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. Suasananya diharapkan tetap berjalan lancar, terhormat, dan penuh kekhidmatan.

“Sesuai nasihat para pendahulu kita: NU itu harus terasa teduh, sejuk, dan menyejukkan hati semua pihak. Jangan sampai menimbulkan kegaduhan, keributan, atau ketidaknyamanan di tengah masyarakat,” pungkasnya menegaskan prinsip persatuan yang kokoh ini. (*)

Penulis: Teguh S