banner 400x130

Proyek BBWS Solo Puluhan Milyar Diduga Dikerjakan Dengan Tambal Sulam

Pekerjaan BBWS Solo di Magetan yang di duga dikerjakan dengan tambal sulam

MAGETAN, Wartatransparansi.com – Proyek ber-skala miliaran rupiah yang dikerjakan dengan metode tambal sulam sering memicu kekecewaan warga karena dinilai tidak efektif, cepat rusak kembali, dan berpotensi menjadi pemborosan anggaran negara akibat perencanaan serta pengawasan yang lemah.

Pengerjaan sering terkesan asal-asalan dan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Penanganan yang tidak menyeluruh membuat jalan atau bangunan kembali berlubang dalam waktu singkat

Seperti proyek senilai 38 milyar di wilayah Kabupaten Magetan dibawah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS ) Solo yang mengerjakan 9 titik saluran irigasi. Dari pengamatan di lapangan diduga dikerjakan hanya dengan tambal sulam.hanya dibenahi pada lokasi yang terlihat rusak/perlu direhab saja.

Dan yang lebih mengherankan proyek senilai 38 milyar tidak ada papan nama sama sekali. Pengerjaan proyek tersebut menjadi perhatian dari Lembaga Garis Pakem Mandiri. Ketika media ini di lokasi pengerjaan secara tidak sengaja berpapasan saat lembaga tersebut melakukan investigasi.

Pekerjaan tambal sulam pada saluran Daerah Irigasi (DI) Jeruk di kawasan Jalan Samudra, tepatnya ruas Jalan Gorang Gareng–Sugihrejo, Kabupaten Magetan. Sorotan tersebut muncul setelah hasil pekerjaan yang diperkirakan telah berusia sekitar dua minggu dinilai menunjukkan kondisi yang perlu dievaluasi.

Saat melintas di lokasi pada Rabu pagi, tim LSM Garis Pakem Mandiri menemukan sejumlah bagian tambalan yang disebut telah mengalami pelepasan. Selain itu, berdasarkan pengamatan di lapangan, bagian dalam material tambalan diduga masih belum mengering secara sempurna meski pekerjaan telah berlangsung kurang lebih dua pekan.

Ketua LSM Garis Pakem Mandiri Rohman Saifudin mengatakan pihaknya telah melakukan dokumentasi berupa foto sebagai bahan pengawasan dan berharap temuan tersebut segera mendapat perhatian dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.

“Kami melihat langsung hasil tambal sulam yang kurang lebih sudah dua minggu. Ada bagian yang lepas dan bagian dalamnya terlihat belum kering total. Karena itu kami meminta BBWS melakukan evaluasi terhadap kualitas pekerjaan tersebut,” ujar Rohman Saifudin.

Menurutnya , pihak garis pakem mandiri tidak ingin menyimpulkan secara sepihak mengenai penyebab kondisi tersebut. Namun, ia menilai perlu dilakukan pemeriksaan teknis untuk memastikan apakah persoalan itu berkaitan dengan kualitas material, proses pencampuran bahan, maupun pelaksanaan pekerjaan di lapangan

“Kalau memang setelah diperiksa ditemukan pekerjaan tidak sesuai spesifikasi, kami berharap dilakukan pembongkaran dan dikerjakan ulang menggunakan material yang benar-benar memenuhi standar teknis. Lebih baik diperbaiki sekarang daripada cepat rusak setelah pekerjaan selesai,” tegasnya.

Selain menyoroti tambal sulam, Udin juga mengaku menemukan material berwarna kemerahan di sekitar lokasi pekerjaan yang menurutnya perlu dipastikan jenis, asal, serta kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis proyek rehabilitasi di jejeruk

Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen Bidang Irigasi dan Rawa (PPK Irwa) BBWS Solo Rahayu Mahanani menyampaikan pihaknya setelah menerim informasi akan secepatanya melakukan cross cek di lapangan, Terima kasih sudah dibantu monitor,”Kata Rahayu Mahanani. (*)

Penulis: Rudy Ardy