banner 400x130

MAN Sidoarjo Gelar Pawai Budaya Sebagai Iimplementasi Panca Cinta Sub Cinta Tanah Air

Sidoarjo, Wartatransparansi.com – MAN Sidoarjo menyambut Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia dengan berbagai acara menarik dan edukatif. Hari ini, Kamis (13/08/2026) MANSDA -sapaan akrab MAN Sidoarjo- menggelar Pawai Budaya sebagai wujud dari Panca Cinta sub Cinta Tanah Air.

Panca Cinta adalah lima pilar utama dalam Kurikulum Berbasis Cinta untuk institusi pendidikan dan madrasah yang digagas oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. MAN Sidoarjo bersama OSIS dan MPK berkerja sama menyelenggarakan kegiatan ini untuk mewujudkan Cinta Tanah Air tersebut.

Pawai Budaya diikuti oleh 36 kelas dengan menampilkan 36 Suku yang ada di Indonesia, seperti Suku Aceh, Suku Batak, Suku Minang, Suku Jawa, Suku Sunda, Suku Betawi, Suku Banjar, Suku Dayak, Suku Jawa, Suku Toraja, Suku Minahasa, dan sebagainya.

Acara Pawai Budaya dimulai tepat pukul 07.30 WIB, dibuka oleh Plt. Kepala MAN Sidoarjo, Drs. Achmad Saifullah, M.Pd. dengan proses pengguntingan pita start.

Dalam sambutannya, Achmad Saifullah membacakan Surat Al-Fatihah yang ditujukan kepada para Pahlawan Indonesia yang telah gugur dalam upaya memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Selanjutnya, Achmad Saifullah, memberangkatkan kelas pertama diiringi musik dari Ekstrakurikuler Marching Band El-Wardah milik madrasah.

Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Achmad Yunus Arbiyan, ditemui saat mendampingi Plt. Kepala, menyampaikan bahwa kegiatan Pawai Budaya bertujuan untuk memeriahkan kemerdekaan Republik Indonesia dan pelaksanaan program piloting KBC di MAN Sidoarjo. “Kegiatan ini dijadikan sebagai kegiatan kokurikuler madrasah dalam mengimplementasikan pilar Cinta Tanah Air,” Ucap Achmad Yunus.

Kelas-kelas tidak hanya menampilkan baju adat suku yang telah ditentukan, melainkan juga menampilkan aksesoris yang melekat di suku tersebut. Diantaranya, senjata tradisional, tameng, rumah adat, makanan tradisional, dan sebagainya. Para murid mengikuti pawai didampingi oleh seluruh Bapak dan Ibu Guru MAN Sidoarjo.

Terlihat, dari Suku Betawi ada maskot Ondel-ondel, dari Suku Minang ada rumah gadang, sari Suku Dayak ada tameng Talawang, dari Suku Bali ada miniatur Pura, dari Suku Dani Papua ada miniatur rumah Honai, dan lainnya. Ada pula kelas-kelas yang menampilkan satu set baju adat pengantin dari suku terkait, terlihat ada pengantin Suku Jawa, pengantin Suku Bugis, pengantin Suku Sasak, dan lain sebagainya.

Antusiasme dan kekompakan terus ditunjukkan oleh murid dan guru MAN Sidoarjo sepanjang jalannya Pawai Budaya sehingga menjadikan rangkaian memeriahkan Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini menjadi kegiatan yang kaya akan nilai edukasi dan toleransi. (*)

Penulis: Nuriyah