banner 400x130
Ekbis  

Pimpin Misi Dagang Jatim-Kalbar, Khofifah Catat Transaksi Rp2,529 Triliun

PONTIANAK, WartaTransparansi.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Kalimantan Barat di Novotel Convention Center Pontianak, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut membukukan total transaksi mencapai Rp2.529.710.925.000, dengan komitmen investasi Jawa Timur di Kalimantan Barat sebesar Rp885 miliar.

Dari total transaksi tersebut, nilai penjualan produk Jawa Timur ke Kalimantan Barat mencapai Rp1.480.881.842.000. Sedangkan pembelian Jawa Timur dari Kalimantan Barat tercatat Rp163.829.083.000.

“Alhamdulillah, misi dagang dan investasi Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Kalimantan Barat sukses digelar. Total transaksi yang dicatatkan mencapai Rp2,5 triliun, dan Rp885 miliar untuk capaian investasinya,” kata Khofifah.

Transaksi perdagangan mencakup berbagai komoditas unggulan Jawa Timur, mulai garam, olahan daging sapi dan ayam, kopi, telur, susu, rokok, benih hortikultura, pakan ikan dan udang, beras, gula, ikan patin, produk peternakan, ikan kaleng, produk fesyen, pupuk, bawang merah hingga cabai kering.

Sementara Jawa Timur membeli sejumlah komoditas dari Kalimantan Barat, di antaranya kayu bulat, arang batok kelapa, gula merah, briket sisha, madu hutan, madu trigona, ikan gabus dan ikan toman.

Di sektor investasi, terdapat komitmen perluasan industri pupuk bahan amelioran di Kabupaten Mempawah, perkebunan sawit di Kabupaten Landak, serta industri pupuk buatan hara makro primer di Kabupaten Mempawah.

Misi dagang kali ini melibatkan 162 pelaku usaha, terdiri dari 62 pelaku usaha Jawa Timur dan 100 pelaku usaha Kalimantan Barat. Komitmen transaksi mencakup sektor peternakan, perkebunan, pupuk, kopi, perikanan, arang dan briket.

Khofifah menegaskan, misi dagang menjadi instrumen strategis untuk memperluas pasar, memperpendek rantai distribusi dan memperkuat rantai pasok antardaerah.

Berdasarkan data perdagangan antarwilayah 2024, total perdagangan Jawa Timur dengan Kalimantan Barat mencapai Rp4,31 triliun. Nilai penjualan Jawa Timur ke Kalimantan Barat mencapai Rp3,75 triliun, sedangkan pembelian dari Kalimantan Barat Rp562,27 miliar. Neraca perdagangan Jawa Timur pun surplus Rp3,19 triliun.

Khofifah menyebut capaian kali ini meningkat tajam dibandingkan Misi Dagang Jatim-Kalbar pada 2022 yang mencatat komitmen transaksi Rp109,31 miliar melalui 24 transaksi.

“Capaian misi dagang kali ini harus menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama melalui perluasan komoditas, peningkatan investasi serta pengembangan kemitraan usaha yang berkelanjutan,” tegasnya.

Ia juga mendorong pengembangan sektor peternakan Jatim di Kalimantan Barat. Khofifah mengundang Pemprov Kalbar mengirimkan tim untuk mengikuti pelatihan inseminasi buatan di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari, Jawa Timur.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengapresiasi misi dagang tersebut. Menurutnya, nilai transaksi kali ini menjadi yang terbesar dibandingkan kegiatan sebelumnya.

“Ini yang paling besar nilai transaksinya. Banyak yang harus kita pelajari dari Jawa Timur dan Kalimantan Barat masih harus banyak belajar dari Jawa Timur,” kata Ria Norsan. (*)

Penulis: Amin Istighfarin