SURABAYA, Wartatransparansi.com — Perubahan Kota Surabaya dalam beberapa dekade terakhir mendapat perhatian dari Anggota Komisi X DPR RI Ahmad Dhani Prasetyo. Musisi yang juga dikenal sebagai politikus itu menilai Surabaya kini memiliki daya tarik yang jauh berbeda dibandingkan era 1990-an.
Pandangan tersebut disampaikan Ahmad Dhani saat menghadiri kegiatan di Gedung DPRD Kota Surabaya, Selasa (11/8/2026). Dalam agenda tersebut, Dhani mengikuti bincang santai bersama Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Surabaya sekaligus Ketua Pokja Judes Indonesia, Inyong Maulana.
Dhani juga menyempatkan diri melihat karya para peserta Lomba Fotografi Jurnalis Dewan Surabaya (Judes) Indonesia.
Bagi Dhani, perkembangan Surabaya merupakan sesuatu yang dapat dirasakan secara langsung. Ia yang telah mengenal Kota Pahlawan sejak awal 1990-an menyebut perubahan kota berlangsung cukup signifikan, baik dari sisi fisik maupun citra masyarakatnya.
“Surabaya itu tidak kalah maju. Banyak daerah yang dulu kosong, tiba-tiba sekarang menjadi sebuah kota yang maju, penuh dengan gedung-gedung,” ujar Dhani.
Ia mengatakan, Surabaya pada masa lalu memiliki citra yang berbeda. Warga Surabaya bahkan sempat mendapatkan stigma sebagai masyarakat dari daerah. Namun, menurut Dhani, pandangan tersebut kini mulai bergeser.
“Dulu ada semacam anggapan bahwa anak Surabaya itu anak daerah. Sekarang mungkin tidak seperti itu. Surabaya sudah menjadi identitas yang menarik,” katanya.
Perubahan tersebut, lanjut Dhani, turut membuat karakter khas masyarakat Surabaya semakin diterima. Termasuk logat dan budaya Jawa yang melekat dalam keseharian masyarakat.
“Dulu kalau ada perempuan Surabaya yang cantik tetapi logatnya Jawa, cowok-cowok Jakarta bisa mundur. Sekarang malah rebutan. Sekarang itu menjadi menarik,” ujarnya.
Perubahan Surabaya Tak Lepas dari Kepemimpinan
Dhani menilai transformasi Surabaya juga tidak terlepas dari peran para kepala daerah yang memimpin kota tersebut dari waktu ke waktu.
Salah satu sosok yang mendapat apresiasi khusus adalah mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Dhani menyebut terdapat perubahan nyata terhadap kondisi kota ketika Risma memimpin.
“Saya harus mengakui bahwa Kota Surabaya ketika Bu Risma menjadi wali kota mengalami perubahan yang nyata. Dulu Surabaya itu panas. Zaman saya memang panas. Sekarang jauh berbeda,” kata Dhani.
Menurutnya, perubahan tersebut turut mendapat respons positif dari masyarakat luar Surabaya. Ia menceritakan pengalaman sejumlah rekannya yang baru pertama kali berkunjung ke Surabaya dan mengaku terkesan dengan kondisi kota saat ini.
“Beberapa teman saya yang belum pernah ke Surabaya, ketika pertama kali datang ke Surabaya, suka. Mereka bilang, ‘Ini memang Surabaya sekarang jauh berbeda dengan Surabaya di zaman saya’,” tuturnya.
Meski mengapresiasi pembangunan, Dhani mengingatkan agar perkembangan kota tidak hanya berorientasi pada infrastruktur. Ia menilai keberadaan ruang seni, musik, dan kebudayaan juga penting untuk dipertahankan.
“Saya berharap fasilitas-fasilitas untuk dunia seni, musik, dan budaya tetap ada. Jangan sampai pembangunan kota justru membuat ruang kreativitas semakin jauh,” tegasnya.
Warga Surabaya Dinilai Berani Bersikap
Selain perubahan fisik kota, Dhani turut menyoroti karakter warga Surabaya. Ia menilai masyarakat Kota Pahlawan mempunyai keberanian dalam menyampaikan pendapat, termasuk ketika memberikan kritik kepada pemerintah.
“Kalau mengkritisi dan menyampaikan saran, mereka selalu to the point. Tidak bela-bela atau bagaimana. Saya yakin ini juga menjadi nilai tambah,” ujar Dhani.
Menurutnya, karakter tersebut dapat menjadi kekuatan dalam menjaga pembangunan Surabaya agar tetap sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dhani juga mengaitkan perjalanan Surabaya dengan perjalanan hidupnya sendiri. Berangkat dari Surabaya sebagai musisi, ia kemudian memilih merantau ke Jakarta dan melanjutkan kiprahnya hingga masuk ke dunia politik.
“Saya dari Surabaya, bermain musik di Jakarta, itu sudah sesuatu yang nekat. Kemudian masuk ke bidang politik juga nekat,” katanya.
Ia berharap Surabaya terus berkembang tanpa kehilangan karakter yang menjadi identitasnya. Kemajuan kota, menurut Dhani, idealnya berjalan beriringan dengan perkembangan seni, budaya, musik, serta ruang kreativitas bagi generasi muda.
Dengan begitu, Surabaya tidak hanya dikenal sebagai kota dengan pembangunan yang maju, tetapi juga sebagai kota yang memiliki identitas budaya dan masyarakat yang kuat. (*)







