JAKARTA — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan pentingnya membangun budaya inovasi di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Langkah ini diambil untuk menciptakan organisasi yang adaptif sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, inovasi merupakan wujud konkret dari nilai utama kementerian yang bertujuan memberikan dampak langsung bagi masyarakat luas.
Dalam acara Champion Hub Kemnaker di Jakarta, Yassierli menyampaikan bahwa publik saat ini memiliki harapan yang sangat tinggi terhadap kinerja pemerintah.
Oleh karena itu, seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Kemnaker dituntut untuk terus berpikir kreatif. Setiap insan kementerian harus memiliki pola pikir bahwa ruang untuk melakukan perbaikan dan menghasilkan sistem kerja yang lebih baik selalu terbuka.
Lebih lanjut, Yassierli menjelaskan bahwa semangat inovasi ini sejalan dengan prinsip
Nilai-nilai tersebut menekankan pentingnya bergerak sebagai satu kesatuan demi mencapai satu tujuan bersama. Setiap terobosan yang dihasilkan oleh unit kerja tidak boleh berdiri sendiri, melainkan harus saling mendukung untuk mendongkrak performa kementerian secara menyeluruh.
Namun, Menaker mengingatkan bahwa melahirkan sebuah ide atau inovasi baru barulah langkah awal. Tantangan terbesar sesungguhnya terletak pada bagaimana memastikan gagasan tersebut bisa dieksekusi dengan baik di lapangan. Oleh karena itu, Kemnaker akan fokus pada penguatan manajemen perubahan
Proses ini sangat penting agar setiap transformasi yang dibawa dapat diterima oleh internal organisasi dan dijalankan secara konsisten.
Melalui komitmen ini, Kemnaker berharap budaya inovasi tidak sekadar menjadi slogan di atas kertas. Implementasi yang nyata dan berkelanjutan diharapkan mampu memotong birokrasi yang berbelit, mempercepat layanan ketenagakerjaan, serta menjawab kebutuhan masyarakat dengan lebih responsif dan efisien. (*)







