KEDIRI WartaTransparansi.com – PT Gudang Garam Tbk mengangkat kejayaan Kerajaan Kaḍiri melalui tema “Kerajaan Bunga Anggrek” dalam Dhoho Night Carnival 2026, Minggu (26/7/2026).
Penampilan yang memadukan sejarah, budaya, dan filosofi “Kita Adalah Surya” itu memukau ribuan penonton sekaligus menjadi wujud dukungan perusahaan terhadap pelestarian warisan budaya serta penguatan identitas Kota Kediri.
Partisipasi PT Gudang Garam Tbk merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-1.147 Kota Kediri sekaligus bentuk dukungan perusahaan terhadap pelestarian budaya dan penguatan identitas sejarah daerah. Keterlibatan ini juga merupakan tindak lanjut atas undangan Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri, yang secara konsisten mendorong kolaborasi antara dunia industri dan pelestarian budaya lokal.
Mengusung tema “Kerajaan Bunga Anggrek”, PT Gudang Garam Tbk menghadirkan karya artistik yang mengintegrasikan nilai sejarah, budaya, dan semangat inovasi yang tumbuh seiring perjalanan Kota Kediri. Tema tersebut disusun berdasarkan kajian sejarah dan budaya Kediri dari berbagai sumber, sehingga setiap elemen visual yang ditampilkan memiliki dasar naratif yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan secara historis maupun kultural.
Salah satu rujukan penting berasal dari Kidung Harsawijaya, yang menggambarkan kemegahan wastra Kerajaan Kaḍiri dengan ragam motif flora seperti bakung dan puspalas. Motif tersebut dimaknai sebagai simbol keindahan, perlindungan, dan kemuliaan yang pernah menjadi bagian dari kejayaan peradaban Kaḍiri, sekaligus menjadi inspirasi dalam perancangan kostum dan properti karnaval yang ditampilkan.
Kajian tersebut juga menempatkan Daha sebagai Kota Api, yang melambangkan semangat, energi kehidupan, dan daya juang masyarakat. Nilai ini dipadukan dengan kesuburan Gunung Kelud serta aliran Sungai Brantas yang menjadi fondasi tumbuh dan berkembangnya peradaban Kaḍiri, menciptakan narasi besar tentang harmoni antara alam, manusia, dan sejarah.
Melalui interpretasi artistik, bunga anggrek dipilih sebagai representasi keanggunan, ketangguhan, serta kemampuan untuk terus bertumbuh dalam berbagai kondisi. Simbol ini menegaskan bahwa warisan budaya tidak berhenti sebagai peninggalan sejarah, melainkan terus hidup melalui kreativitas yang berakar pada nilai-nilai luhur dan relevan dengan perkembangan zaman modern.
Kepala Bagian Humas PT Gudang Garam Tbk, Iwhan Tri Cahyono, menyampaikan bahwa partisipasi perusahaan dalam Dhoho Night Carnival merupakan bentuk apresiasi terhadap sejarah dan budaya yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang Kota Kediri, sekaligus wujud komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat.
“Gudang Garam tumbuh dan berkembang bersama Kota Kediri. Oleh karena itu, kami memandang Dhoho Night Carnival sebagai ruang untuk mengangkat kembali kekayaan sejarah dan budaya daerah melalui karya kreatif yang dapat dinikmati masyarakat. Tema ‘Kerajaan Bunga Anggrek’ dengan filosofi ‘Kita Adalah Surya’ merupakan wujud penghormatan terhadap warisan budaya sekaligus semangat untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi lingkungan,” ujar Iwhan.
Melalui keikutsertaan ini, PT Gudang Garam Tbk berharap Dhoho Night Carnival tidak hanya menjadi perayaan budaya tahunan, tetapi juga menjadi media edukasi yang memperkenalkan kembali kejayaan peradaban Kaḍiri kepada masyarakat luas. Perusahaan juga berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap jati diri Kota Kediri sebagai kota yang kaya akan sejarah, budaya, dan kreativitas yang terus berkembang dari masa ke masa.(*)







