Imam Utomo Lantik Pengurus PMI Situbondo, Tekankan Profesionalisme Relawan dan Standar Internasional Pelayanan Darah

Ketua PMI Jawa Timur H. Imam Utomo S ketika memberikan arahan pada pelantikan PMI Situbondo, Senin (8/6/2026)

SITUBONDO – Palang Merah Indonesia (PMI) harus mampu menjadi garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan dengan didukung relawan yang profesional, pelayanan darah berstandar internasional, serta kesiapsiagaan menghadapi bencana. Penegasan itu disampaikan Ketua PMI Jawa Timur, Imam Utomo saat melantik Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kabupaten Situbondo masa bakti 2026–2031 di Pendopo Kabupaten Situbondo, Senin (8/6/2026).

Dalam pelantikan tersebut turut hadir dari PMI Jawa Timur Wakil Ketua Eddy Indrayana, Sekretaris/Kepala Markas Dwi Suyanto, Bendahara Soejarno, Sekretaris Dewan Kehormatan Fattah Jasin, serta beberapa ketua bidang PMI Jawa Timur lainnya.

Dalam arahannya, Imam Utomo menegaskan bahwa seluruh jajaran PMI, mulai tingkat pusat hingga daerah, merupakan relawan yang mengabdikan diri untuk misi kemanusiaan tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan.

“PMI adalah organisasi kemanusiaan. Siapa pun yang menjadi pengurus PMI pada hakikatnya adalah relawan. Tugas utamanya membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” ujarnya.

Imam Utomo, Gubernur Jawa Timur dua periode 1998 sampai 2008 itu menjelaskan, salah satu tugas utama PMI adalah memastikan ketersediaan darah yang aman dan berkualitas bagi masyarakat. Karena itu, penguatan Unit Donor Darah (UDD) menjadi prioritas yang terus didorong PMI Jawa Timur.

Menurutnya, sejumlah UDD di Jawa Timur telah memenuhi standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) yakni Surabaya, Sidoarjo, Lumajang dan Kota Malang.  dan kini PMI tengah mengarahkan peningkatan kualitas pelayanan menuju standar internasional untuk Bojonegoro, Tulungagung, Jember.

Selain pelayanan darah, PMI juga memiliki peran strategis dalam penanggulangan bencana bersama pemerintah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Dalam setiap kejadian bencana, PMI dituntut hadir dengan cepat untuk memberikan bantuan kemanusiaan.

“Prinsipnya, PMI harus segera hadir di lokasi bencana untuk membantu masyarakat, termasuk mendirikan dapur umum dan memberikan pelayanan darurat bersama pemerintah daerah,” katanya.

Imam Utomo juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan kompetensi relawan melalui pendidikan, pelatihan, serta sertifikasi di berbagai bidang.

“Jangan sampai relawan yang dikirim ke lokasi justru menjadi beban karena tidak memiliki keterampilan yang dibutuhkan. Relawan PMI harus memiliki kompetensi yang terukur dan tersertifikasi,” tegasnya.

Di bidang pelayanan darah, PMI Jawa Timur juga mulai mendorong pemanfaatan plasma darah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Ke depan, plasma tersebut akan dihimpun dan diolah menjadi bahan baku obat-obatan yang memiliki nilai manfaat lebih besar bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Situbondo masa bakti 2026–2031, Husna Laili, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin PMI Situbondo lima tahun ke depan.

“Amanah ini merupakan tanggung jawab besar. Kami ingin memastikan kehadiran PMI benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Situbondo,” ujarnya.

Husna menegaskan bahwa keberhasilan PMI tidak dapat dicapai sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, akademisi, media, dan seluruh elemen masyarakat.

Untuk periode kepengurusan 2026–2031, PMI Situbondo menetapkan tiga fokus utama program kerja. Pertama, memperkuat pelayanan Unit Donor Darah agar kebutuhan darah masyarakat dapat terpenuhi secara optimal. Kedua, meningkatkan kapasitas relawan hingga tingkat desa melalui penguatan Korps Sukarela (KSR) dan Palang Merah Remaja (PMR) sebagai upaya kaderisasi organisasi. Ketiga, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Menurut Husna, Situbondo merupakan daerah yang memiliki potensi kerawanan bencana cukup tinggi. Sepanjang tahun ini saja, sejumlah kejadian banjir telah terjadi dan mengakibatkan ribuan rumah serta lahan pertanian terdampak. “Karena itu penguatan kapasitas relawan dan kesiapsiagaan bencana menjadi salah satu prioritas utama kami,”pngkasnya.

Berikut Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kab. Situbondo masa bakti 2026-2031

Dewan Kehormatan

Ketua: Mahbud Junaidi

Anggota:

Abdul Rahman

Dwi Herman Susilo

Sudharmono

Pengurus

Ketua: Husna Laili

Wakil Ketua: Muzammil Saman Buri

Kabid Organisasi dan Pengembangan SDM: Afiat Aji Wijaya

Kabid Penanggulangan Bencana: Timbul Surjanyo

Kabid Pelayanan Kesehatan, Sosial dan Rumah Sakit: Rima Widharni

Kabid Pelayanan Darah: Untung Buri Santoso

Kabid Anggaran dan Relawan: Syaiful Bahti

Kabid Pendidikan dan Pelatihan: Moh. Farhan

Kabid Informasi dan Komunikasi: Putri Konsistin Gloria

Kabid Kerja Sama dan Kemitraan: Aries Marhaento

Sekretaris: RA. Kifayatul Khair

Wakil Sekretaris/Kepala Markas: Sofwan Hadi

Bendahara: Putri Qomaria Andarini

Anggota:

Luluk Belgis Nuril

Yuli Imam Anshori

Penulis: SugitoEditor: Amin Istighfarin