MAGETAN, Wartatransparansi.com – Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas desa wisata dalam menyelenggarakan event nasional yang tidak hanya mengandalkan kemeriahan panggung, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi nyata dan menjaga akar budaya lokal.
Hal tersebut disampaikan Novita saat membuka kegiatan “Peningkatan Kapasitas Event Nasional Berkualitas Berbasis Desa Wisata” yang berlangsung di Lembah Serimpi, Kabupaten Magetan
Kegiatan yang turut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Magetan. Dalam sambutannya di hadapan para pengelola desa wisata serta pelaku UMKM ekonomi kreatif, Novita menyatakan bahwa desa wisata adalah rumah bagi cerita-cerita sederhana yang penuh makna, mulai dari kuliner tradisional hingga warisan leluhur yang dijaga oleh para perajin.
Ia berharap event yang lahir dari desa bisa menjadi ruang bagi generasi muda untuk bangga terhadap tanah kelahirannya. “Event yang berkualitas adalah event yang menghidupkan ekonomi warga, mengangkat budaya lokal, menjaga lingkungan, dan yang paling penting, memanusiakan masyarakatnya,” ujar Novita Hardini di hadapan ratusan peserta.
Politisi fraksi PDI Perjuangan itu melihat desa wisata memiliki peluang besar menjadi kekuatan baru pariwisata nasional. Menurutnya, preferensi wisatawan saat ini telah bergeser ke arah pengalaman yang otentik dan menyentuh hati.
“Wisatawan hari ini tidak hanya mencari tempat yang indah, tetapi juga pengalaman yang hangat dan otentik. Mereka ingin merasakan kehidupan desa, mendengar kisah masyarakatnya, dan pulang membawa kenangan yang bermakna,” tuturnya.
Melalui penguatan kapasitas ini, perempuan muda yang baru saja menerima penghargaan Leading Women Kategori penggerak pariwisata ini mendorong lahirnya ide-ide kreatif dan kolaborasi yang kuat untuk menghadirkan event nasional yang kuat dalam nilai dan cerita.
Ia menitikberatkan agar setiap kegiatan dijadikan sebagai ruang pemberdayaan bagi pelaku UMKM untuk tumbuh dan ruang bagi budaya lokal agar tetap hidup. “Saya percaya, ketika desa bergerak bersama dan masyarakat dilibatkan dengan hati, maka event bukan sekadar menjadi agenda tahunan, melainkan penggerak kesejahteraan dan kebangkitan desa,” tegas Novita.
Novita Hardini berharap langkah nyata ini dapat mewujudkan desa wisata di Indonesia yang berdaya saing global, berkelanjutan, namun tetap memegang teguh nilai-nilai humanis. (*)






