BLITAR, WartaTransparansi.com – Tak ingin jadi pecundang di Porprov Jatim X 2027, calon Ketua Umum KONI Kota Blitar, Tony Andreas targetkan 15 besar. Hal ini dikatakannya saat pengembalian formulir pendaftarannya, Sabtu (09/05/2026).
Peta persaingan pemilihan Ketua Umum KONI Kota Blitar periode 2026–2030 kini semakin mengerucut. Hingga penutupan masa pendaftaran, hanya dua nama yang resmi mengembalikan formulir pencalonan, yakni Tony Andreas dan mantan Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar.
Salah satu kandidat yang mencuri perhatian adalah Tony Andreas. Mantan Ketua KONI Kabupaten Blitar dua periode itu maju dengan bekal dukungan kuat dari 27 cabang olahraga (cabor), sekaligus membawa pengalaman panjang dalam membina prestasi olahraga di tingkat daerah. Tony memastikan pencalonannya setelah menyerahkan berkas pendaftaran beberapa saat sebelum batas akhir penutupan pendaftaran di Kantor KONI Kota Blitar.
Usai mengembalikan formulir, Tony menegaskan komitmennya untuk membawa olahraga Kota Blitar meraih prestasi yang lebih tinggi, khususnya pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.
Menurutnya, Kota Blitar memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kekuatan olahraga di Jawa Timur. Dukungan anggaran pembinaan yang cukup besar dinilai harus diimbangi dengan tata kelola organisasi yang profesional dan terarah.
Tony menilai, dengan pengelolaan yang tepat, capaian prestasi Kota Blitar seharusnya bisa melampaui daerah lain. Ia mencontohkan capaian KONI Kabupaten Blitar yang mampu menembus papan atas Porprov meski dengan anggaran lebih terbatas.
Tak hanya fokus pada prestasi, Tony juga menyoroti pentingnya pembenahan manajemen internal organisasi. Jika dipercaya memimpin KONI Kota Blitar, ia berjanji akan memperkuat tata kelola keuangan dengan melibatkan tenaga profesional agar penggunaan anggaran lebih transparan dan tepat sasaran.
Untuk target jangka pendek, Tony memasang ambisi membawa Kota Blitar masuk 15 besar Porprov Jawa Timur mendatang. Sementara dalam jangka menengah, ia optimistis Kota Blitar mampu menembus 10 besar apabila Porprov digelar di kawasan Blitar, Tulungagung, dan Kediri.
Dengan hanya dua kandidat yang resmi maju, bursa pemilihan Ketua KONI Kota Blitar dipastikan akan berlangsung ketat. Dinamika dukungan dari cabang olahraga kini menjadi penentu arah kepemimpinan olahraga Kota Blitar untuk empat tahun ke depan. (*)






