Piala Wali Kota jadi ajang seleksi atlet Muaythai menuju Porprov 2027

SURABAYA, Wartatransparansi.com -Pemerintah Kota Surabaya menjadikan ajang Piala Wali Kota Surabaya sebagai sarana menjaring atlet potensial cabang olahraga Muaythai untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.

Plt. Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya Herry Purwadi mengatakan pemerintah kota memberikan dukungan penuh terhadap seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Piala Wali Kota.

“Alhamdulillah dukungan Wali Kota Surabaya luar biasa, hampir 48 sampai sekitar 50 cabang olahraga didukung Pemerintah Kota Surabaya. Muaythai ini juga pertandingan yang menggabungkan seni dan bela diri,” kata Herry saat ditemui wartawan disela kegiatan Liga Muaythai Jawa Timur Seri II Piala Wali Kota Surabaya, di Surabaya, Jumat.

Ia menambahkan, ajang tersebut diharapkan mampu melahirkan atlet berprestasi yang dapat menyumbangkan medali emas bagi Kota Surabaya pada Porprov 2027.

“Kami targetkan 250 emas pada Porprov 2027. Harapannya dari sini muncul atlet-atlet yang nantinya bisa berprestasi hingga tingkat nasional dan internasional,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Jawa Timur Baso Juherman menjelaskan Liga Muaythai Jatim menjadi bagian dari proses seleksi atlet menuju kejuaraan nasional (Kejurnas) yang akan digelar di Subang pada Agustus mendatang.

“Emas dari Liga 2 ini akan kita bawa ke Subang untuk Kejurnas. Ini juga bagian dari seleksi, dengan pembagian kelompok umur mulai junior hingga elite,” kata Baso.

Ia menambahkan kompetisi liga akan digelar empat kali dalam setahun guna menjaga pembinaan atlet tetap berkelanjutan.

“Harapan kami dari Liga yang sekarang bisa diberangkatkan menuju Kejurnas di Subang pada bulan Agustus,” tuturnya.

Di sisi lain, Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Muaythai Surabaya sekaligus Ketua Panitia Hendry Lianto menyebut ajang Piala Wali Kota sekaligus Liga Jatim Seri 2 dimanfaatkan untuk menjaring atlet baru.

“Kegiatan ini untuk melihat atlet-atlet baru sekaligus seleksi untuk persiapan Porprov. Memang belum maksimal karena banyak atlet yang ujian dan ada yang cedera,” kata Hendri.

Ia menyebut jumlah peserta yang mengikuti kejuaraan tersebut mencapai sekitar 150 atlet dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.

“Dari Surabaya sendiri sekitar 40 sampai 50 atlet, total keseluruhan sekitar 150 peserta dari lebih dari 10 kabupaten/kota,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Surabaya Lilies Handayani mengatakan Muaythai menjadi salah satu cabang olahraga andalan setelah berhasil menjadi juara umum pada Porprov sebelumnya.

“Muaythai ini di Porprov kemarin juara umum, sehingga kami berharap ke depan bisa kembali meraih prestasi dengan tambahan medali,” katanya.

Ia menambahkan hasil dari kompetisi tersebut akan menjadi acuan dalam pemilihan atlet yang masuk dalam pemusatan latihan cabang (Puslatcab).

“Kompetisi ini menjadi acuan untuk melihat atlet terbaik karena Puslatcab sudah berjalan sejak April dengan evaluasi setiap tiga bulan,” ujarnya. (*)

Penulis: Fahrizal Arnas