Menyuarakan Hak Rakyat

Pemkot Kediri Kebut Perbaikan Jalan Hasanudin-Imam Bonjol, Target Rampung Sebelum Lebaran 2026

KEDIRI WartaTransparansi.com – Warga dan pengguna jalan di Kota Kediri harus ekstra sabar dalam beberapa hari terakhir. Proyek perbaikan dan peningkatan jalan di koridor utama Jalan Hasanudin hingga Jalan Imam Bonjol memicu kepadatan arus lalu lintas yang cukup signifikan. Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menargetkan proyek ini rampung sebelum Idulfitri guna menjamin kenyamanan pemudik.

Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas pengerokan aspal lama mulai berlangsung sejak Selasa (3/2). Alat-alat berat tampak memenuhi separuh badan jalan, terutama di kawasan Jalan Hasanudin menuju Simpang Empat Nabatiyasa serta di depan pemakaman umum Ngadisimo. Akibatnya, laju kendaraan tersendat karena penyempitan jalur, khususnya pada jam berangkat dan pulang kerja.

Kepala DPUPR Kota Kediri, Endang Kartika Sari, menjelaskan bahwa saat ini pekerjaan difokuskan pada pembenahan fondasi jalan. Proses ini sangat krusial agar hasil pengaspalan ulang nantinya tidak mudah rusak.

“Ini masih perlu patching (menambal, Red) dulu untuk membenahi jalan yang berlubang atau aspalnya nggak rata. Itu harus dibongkar dulu. Baru nanti dilapis ulang,” ujar Endang Kartika Sari, Kamis 12 Maret 2026.

Endang menyadari pengerjaan ini mengganggu kenyamanan publik, namun ia memastikan pihaknya berupaya memacu waktu pengerjaan. “Kalau kami inginnya secepatnya (selesai). Tapi kita lihat dulu karena masih perlu patching untuk bagian jalan yang berlubang atau bergelombang,” tambahnya.

Proyek sepanjang 800 meter di Jalan Imam Bonjol ini memang menjadi prioritas karena kondisi sebelumnya yang cukup memprihatinkan dengan lubang berdiameter lebih dari 30 sentimeter. Kabid Bina Marga DPUPR Kota Kediri, I Made Permana, menegaskan peningkatan infrastruktur ini adalah bagian dari upaya menyambut Lebaran dengan estetika kota yang lebih baik.

“Pihaknya juga memastikan kelancaran proyek dan meminimalkan dampak negatif. Estetika kota menjadi prioritas, terutama dalam menyambut hari raya yang identik dengan kebersamaan dan kegembiraan. Proyek peningkatan jalan di Jalan Hasanudin dan Jalan Imam Bonjol ini diharapkan dapat memberikan kesan positif dan meningkatkan kebanggaan warga kota Kediri,” ucap Made.

Made menyebut ruas Imam Bonjol adalah urat nadi transportasi di Kediri, sehingga pengerjaannya bersifat mendesak. “Dikarenakan, jalan Imam Bonjol ini merupakan akses jalan utama di Kota Kediri. Peningkatan jalan ini yang ditargetkan selesai hingga 14 Maret 2026,” jelasnya.

Meski pengerjaan terlihat masif di awal tahun ini, Jabatan Fungsional Ahli Muda Jalan dan Jembatan DPUPR Kota Kediri, Sunarto, mengungkapkan bahwa sebenarnya ada kendala administratif yang membuat proyek ini baru bisa berjalan sekarang.

“Dikarenakan ada kegagalan dalam pengadaan barang dan jasa akhirnya dilakukan di awal tahun 2026,” ucap Sunarto.

Saat ini, tim teknis di lapangan juga tengah melakukan pengujian untuk memastikan ketahanan aspal baru melalui metode uji coba pemadatan. Hal ini dilakukan agar jalan tidak kembali bergelombang dalam waktu singkat setelah proyek diserahkan.

“Pekerjaan peningkatan jalan merupakan tahap uji coba pemadatan (Trial Compaction) dengan membandingkan efektivitas antara 16, 18, dan 20 lintasan untuk menentukan standar operasional prosedur (SOP) pemadatan yang paling tepat,” pungkas Sunarto.(*)

Penulis: Moch Abi Madyan